26 November 2020

3 Tips Berkendara di Musim Penghujan

Dok. Topreneur

Bagikan:

Memasuki penghujung tahun, Indonesia mulai memasuki musim hujan. Seperti halnya sedia payung sebelum hujan, pengendara mobil juga perlu mempersiapkan “payung” ketika menghadapi musim penghujan seperti saat ini.

“Payung” yang dimaksud di sini adalah pelindung agar tetap mobil bisa terus berfungsi untuk mendukung Anda bekerja ataupun beraktivitas di tengah musim penghujan. Donni Gandamana, Direktur PT Asuransi Adira Dinamika  Tbk (Adira Insurance) mengungkapkan, ada tiga “payung” yang perlu disiapkan pengendara sebelum berkendara mobil di musim penghujan.

Pertama, pengendara harus memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berkendara. Donni menjelaskan, pengendara harus memastikan kondisi kendaraan mulai dari kondisi ban, lampu hingga wiper.

Selanjutnya, pengendara juga harus memperhatikan kondisi tubuh. “Saat musim hujan, imun tubuh bisa saja terganggu. Pengendara harus berada dalam keadaan yang sehat dan bugar karena berkendara dalam kondisi hujan membutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian yang lebih tinggi dibanding kondisi normal,” Donni melanjutkan.

Yang tak kalah penting untuk dipersiapkan oleh pengendara adalah perlindungan asuransi. Pasalnya, meski sudah memperhatikan kondisi kendaraan dan menjaga kondisi tubuh, risiko bisa datang kapan saja. Apalagi di tengah musim penghujan seperti saat ini, banyak risiko yang dapat terjadi kepada kendaraan maupun pengendara, sehingga sangat penting untuk memiliki perlindungan asuransi.

“Dengan perluasan bencana alam, pengendara bisa dijamin dari kerugian karena bencana alam, termasuk hujan es, banjir, dan lainnya. Tanpa adanya perluasan manfaat, risiko tersebut tidak akan dijamin.” Donni menjelaskan.

Donni juga memberikan arahan saat kendaraan mengalami risiko banjir, agar pengendara bisa mengajukan klaim asuransi kendaraan bermotor dengan mulus. Yakni, tidak memaksakan menyalakan kendaraan bermotor di tengah banjir. Saat terjebak di tengah banjir, sangat penting bagi pengendara untuk tidak mencoba menyalakan mesin mobil karena dapat mengakibatkan kondisi water hammer pada mesin yang akan memperparah kerusakan. 

“Apabila berada di genangan air yang rendah, sebisa mungkin tinggalkan kendaraan, kunci kendaraan, tunggu hingga air surut dan menghubungi pihak asuransi atau derek untuk mengangkut mobil untuk diperbaiki. ” ucap Donni.

Sebisa mungkin jangan menerobos banjir. Pasalnya, apabila sengaja menerobos banjir sehingga kendaraan menjadi rusak, maka kendaraan tersebut masuk dalam pengecualian yang tidak dijamin dalam polis asuransi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *