Alibaba Business School Luluskan 37 Pengusaha Asia Termasuk dari Indonesia

Foto: istimewa

Topreneur.ID – Wirausahawan Asia angkatan pertama telah lulus dari program eFounders Fellowship dalam sebuah upacara di Hangzhou, Tiongkok. Program ini, inisiatif United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) dan Alibaba Business School, ingin membantu wirausahawan muda untuk mewujudkan seluruh potensi mereka serta menjembatani kesenjangan digital.

Dengan tuntasnya program eFounders kedua, Alibaba kini selangkah lebih maju dalam perwujudan komitmen yang dibuat Jack Ma, Pendiri dan Executive Chairman, Alibaba Group, yang juga Penasihat Khusus UNCTAD untuk Wirausahawan Muda dan Usaha Kecil. Dalam lima tahun mendatang, Alibaba dan UNCTAD akan memberdayakan 1.000 wirausahawan di sejumlah negara berkembang agar bisa memanfaatkan transformasi digital untuk pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Semangat dan kreativitas besar dari para wirausahawan muda dan pendekatan altruistik yang ditunjukkan dalam membantu Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, termasuk menjanjikan,” kata Arlette Verploegh, Koordinator eFounders Initiative, UNCTAD.

“Kisah-kisah mereka sungguh menggugah dan menjadi contoh nyata bahwa generasi muda dapat memakai teknologi baru untuk menciptakan berbagai peluang ekonomi demi kemaslahatan masyarakat,” tambah Verploegh.

Selama 11 hari, sejumlah wirausahawan Asia memperoleh pengalaman langsung, ikut serta dalam kunjungan lapangan dan menghadiri beberapa kegiatan perkuliahan agar memahami transformasi digital yang telah merebak di Tiongkok selama 20 tahun terakhir.

Mengambil Alibaba sebagai model kajian, serta menghadiri berbagai pertemuan dan tur dengan beberapa inkubator bisnis lokal serta berbagai akademi bisnis e-commerce, para peserta mengkaji ekosistem platform dan solusi Alibaba, termasuk Taobao Marketplace, Tmall, Alibaba.com, Cainiao Network, Hema dan Fliggy, serta tren-tren dan perkembangan industri terkini seperti Sektor Ritel Terbaru, e-commerce di pedesaan dan kemunculan pesohor Internet.

Foto: istimewa

“Kami ingin memberdayakan wirausahawan pemula dengan wawasan baru dan menyediakan perangkat kerja supaya meraih kesuksesan. Hal itu dilakukan lewat beberapa sesi praktis serta bermuatan teori dari SDM terbaik dan paling berbakat di Alibaba serta jaringan mitra kerja kami,” tutur Brian Wong, Vice President, Alibaba Group, yang memimpin program Global Initiatives.  

Keistimewaan program ini adalah akses terhadap sejumlah eksekutif top Alibaba dan para pelaku e-commerce yang berhasil seperti PayTM, penyedia eWallet terkemuka di India serta Lazada, platform e-commerce terbesar di Asia Tenggara.

Lebih lagi, para peserta mengunjungi berbagai fasilitas Alibaba yang termutakhir seperti Hema Fresh dan menyaksikan gerai fisik yang menjadi masa depan Industri Ritel yang Baru. Mereka juga berkesempatan memahami smart logistics dengan mendatangi pusat logistik Cainiao Jiaxing serta mengapresiasi potensi besar Taobao Village di Tiongkok, mengambil nama situs belanja daring, yang menyatukan e-commerce dengan setiap aspek kehidupan masyarakat.

Para wirausahawan juga melihat dampak transformatif yang dihadirkan teknologi bagi masyarakat di Tiongkok. Mereka mengunjungi inkubator bisnis Dream Town di Zhejiang, yang akan menjadi Silicon Valley-nya Tiongkok, dan Yiwu City, kawasan penting bagi pedagang grosiran di Tiongkok serta pasar B2B luring (offline) yang terbesar di dunia.

Dalam acara penutupan program intensif selama 11 hari ini, para peserta ditantang untuk membuat rencana sosialisasi terhadap wawasan yang baru diperoleh dalam bidang e-commerce, e-finance dan transaksi, smart logistics, big data serta pariwisata, ditujukan bagi sesama wirausahawan dan masyarakat di negara asal mereka. Selain itu, mereka juga diminta merumuskan beberapa peningkatan ide-ide bisnis.

Ada 37 lulusan Asia, asal Kamboja, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Filipina, Thailand dan Vietnam, dan mereka secara resmi menjadi Fellows dalam jaringan eFounders Fellowship yang mendunia. Mereka bergabung dengan 24 wirausahawan Afrika yang lulus pada 2017.

Sebagai bagian dari komitmen UNCTAD dan Alibaba untuk memastikan seluruh Fellows menerapkan apa yang telah dipelajari di tengah masyarakatnya, kedua lembaga akan terus menindaklanjuti kegiatan Fellows dengan dukungan sejumlah pemangku kepentingan setiap tiga bulan, serta mendukung perwujudan ekosistem digital yang dirancang demi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *