Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Aplikasi ini Dukung Daya Saing Pelaku Usaha Kuliner Gudeg di Jogja

2 min read

Foto: istimewa

Read Time1 Minute, 30 Seconds

TOPRENEUR.id – BBPOM di Yogyakarta menginisiasi program inovasi KULINERKU OKE dengan mendampingi para pelaku usaha kuliner gudeg di DIY dengan tujuan akhir adalah mendorong gudeg untuk meningkatkan keamanan pangan siap saji dan mampu tersertifikasi laik sehat.

Selain itu, juga mendorong agar produk mampu dijual dan dikemas dengan teknologi pengalengan atau dikenal sebagai Pangan Steril Komersial dan keberhasilan mendapatkan nomor ijin edar (NIE) MD.

Dalam tahapan awal program ini, akan dilakukan pendampingan dan pencantuman di aplikasi KULINERKU OKE terhadap kuliner gudeg yang menerapkan keamanan pangan dan hygiene sanitasi yang baik di tempat usahanya.

Dikutip dari laman resminya, Selasa, rangkaian kegiatan dalam program ini diawali dengan Koordinasi Lintas Sektor pada 27 Agustus 2019 di Balai Besar POM di Yogyakarta dengan melibatkan sejumlah instansi tingkat provinsi maupun kabupaten.

Selanjutnya, pada 5 dan 16 September 2019 dilaksanakan Bimtek Keamanan Pangan Siap Saji dengan peserta para pengusaha kuliner gudeg di wilayah Yogyakarta, Sleman, dan Bantul.

Tindak lanjut dari bimtek, dilaksanakan visitasi lapangan ke tempat usaha gudeg untuk menilai penerapan hygiene sanitasi dan keamanan gudeg dari bahan berbahaya.

Uji bahan berbahaya Kuning metanil, Formalin dan Arsen dilakukan terhadap gudeg yang diproduksi menggunakan rapid test kit.

Jika dinilai pelaku usaha telah menerapkan keamanan pangan di tempat usahanya, dan gudeg yang diproduksi bebas dari bahan berbahaya, Balai POM di Yogyakarta akan menampilkan kuliner tersebut di aplikasi KULINERKU OKE yang bisa diakses masyarakat.

Diketahui, KULINERKU OKE merupakan salah satu bentuk pendampingan BBPOM di Yogyakarta terhadap UMKM Pangan di DIY melibatkan sektor-sektor terkait.

Inovasi ini berupa sebuah aplikasi layanan tata kelola pengawasan kuliner secara digital yang menggambarkan mekanisme pengawasan, pembinaan atau pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah secara sinergis kepada pelaku usaha kuliner yang kemudian hasilnya bisa dilihat atau dimanfaatkan oleh masyarakat  luas.

Dengan program pembinaan ini, diharapkan bisa memperkuat pengawasan keamaman pangan di sektor kuliner, meningkatkan daya saing kuliner dan ikut menunjang pariwisata di Yogyakarta.

0 0

About Post Author

Redaksi

Editor
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *