Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, serius menangani masalah sampah yang selama ini menjadi permasalahan pelik. Jumlah sampah yang mencapai 395,93 ton per hari menjadi tantangan besar yang membutuhkan solusi komprehensif dan berkelanjutan.
Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan pendekatan berbeda dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Program ini diyakini mampu menekan jumlah sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Program Bangkalan Bherse: Mengatasi Sampah dari Hulu
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa selama ini penanganan sampah hanya fokus pada tahap akhir (hilir), tanpa menekan produksi sampah dari sumbernya (hulu).
Inilah yang mendasari program “Bangkalan Bherse” (bersih) yang diluncurkan untuk mengurangi produksi sampah rumah tangga, yang menyumbang 90% dari total sampah.
Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat, mulai dari tingkat RT hingga instansi pemerintah.
Tujuannya, pengelolaan sampah dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, sehingga masalah sampah dapat diselesaikan di setiap tahapan.
Mekanisme Pengelolaan Sampah di Bangkalan
Masyarakat dilibatkan langsung dalam pemilahan sampah organik dan non-organik.
Sampah non-organik yang bernilai ekonomis dapat dijual ke bank sampah, memberikan insentif ekonomi bagi masyarakat.
Petugas dari pemerintah juga akan memberikan edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah di setiap RT.
Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Penerapan program ini menjangkau semua elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren dan sekolah.
Harapannya, kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah dapat tertanam dengan baik dan berkelanjutan.
Peran Bank Sampah dalam Program Bangkalan Bherse
Bank sampah berperan penting dalam memberikan nilai ekonomi bagi sampah non-organik yang dapat didaur ulang.
Dengan adanya sistem penukaran sampah dengan uang, diharapkan masyarakat lebih termotivasi untuk memilah dan mendaur ulang sampah.
Efektivitas Jangka Panjang Program Bangkalan Bherse
Bupati Lukman Hakim optimistis program Bangkalan Bherse efektif dalam jangka panjang.
Program ini diharapkan mampu menyelesaikan masalah sampah secara berkelanjutan dan mencegah warisan masalah sampah bagi generasi mendatang.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan menunjukkan bahwa total sampah yang dihasilkan mencapai 395,93 ton per hari, sementara DLH baru mampu mengelola 98,7 ton per hari.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, memberikan edukasi yang berkelanjutan, dan memberikan insentif ekonomi, diharapkan program Bangkalan Bherse mampu menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Bangkalan. Suksesnya program ini bergantung pada komitmen seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga lembaga pendidikan.







