Banjir Rob Surabaya: Warga Pesisir Derita, Rumah Rusak, Penyakit Mengintai

Redaksi

Banjir Rob Surabaya: Warga Pesisir Derita, Rumah Rusak, Penyakit Mengintai
Sumber: Kompas.com

Jalan Kalianak di Surabaya menjadi langganan banjir rob. Warga setempat mengeluhkan dampak buruk yang ditimbulkan, mulai dari kerusakan harta benda hingga ancaman kesehatan. Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian waktu datangnya banjir, yang semakin menyulitkan warga untuk mengantisipasi.

Banjir rob yang terjadi di Jalan Kalianak, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur, telah menjadi permasalahan yang berulang. Setiap kali terjadi pasang maksimum air laut, wilayah ini terendam banjir.

Dampak Banjir Rob Terhadap Warga Kalianak

Sholeh, warga Kalianak Timur, menceritakan pengalamannya menghadapi banjir rob yang datang tak menentu. Kadang seminggu sekali, kadang dua minggu sekali, bahkan sekarang sudah sulit diprediksi.

Banjir rob yang terjadi Jumat, 11 Juli 2025, misalnya, mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB dan surut pada siang hari. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada bangunan dan perabotan rumah warga.

Kerusakan terutama terjadi pada barang-barang berbahan kayu karena terendam air laut yang bersifat korosif. Sholeh telah berupaya meninggikan rumahnya dan memasang pembatas di pintu, namun air masih sering masuk, bahkan merembes dari belakang rumah.

Meskipun kali ini ketinggian air hanya semata kaki, pengalaman sebelumnya pernah mencapai 40-50 sentimeter. Hal ini tentu sangat meresahkan warga.

Tidak hanya kerugian materiil, banjir rob juga berdampak pada kesehatan warga, khususnya anak-anak. Wirdayanti, warga lainnya, mengungkapkan kekhawatirannya akan meningkatnya risiko penyakit akibat banjir rob.

Upaya Warga Menghadapi Banjir Rob

Warga Kalianak telah melakukan berbagai upaya untuk melindungi diri dari dampak banjir rob. Meninggikan rumah dan memasang pembatas pintu adalah beberapa cara yang dilakukan.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif mencegah air masuk ke rumah. Air masih sering merembes masuk dari berbagai celah, menimbulkan kerugian dan ketidaknyamanan bagi warga.

Selain itu, banjir rob juga menyebabkan kemacetan di jalanan karena menggenangi akses jalan. Kondisi ini semakin memperburuk situasi dan menghambat aktivitas warga.

Harapan Warga dan Peringatan BMKG

Warga berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengatasi masalah banjir rob ini. Salah satu solusi yang diajukan adalah pembangunan pintu air di wilayah tersebut.

Pemerintah perlu segera bertindak untuk mencegah banjir rob yang terus-menerus mengganggu aktivitas dan kesejahteraan warga Kalianak.

BMKG telah memberikan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang dipicu oleh fenomena bulan purnama atau *full moon*, yang menyebabkan pasang maksimum air laut. Peringatan ini perlu direspon serius oleh pemerintah dan warga.

Solusi jangka panjang seperti pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan edukasi masyarakat tentang mitigasi bencana sangat penting. Kerjasama antara pemerintah, warga, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk mengatasi masalah banjir rob di Kalianak.

Kejadian banjir rob di Kalianak ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respon dalam menghadapi bencana alam. Perencanaan tata ruang yang memperhatikan kondisi geografis dan iklim sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pentingnya investasi dalam infrastruktur yang tahan terhadap bencana juga perlu menjadi prioritas.

Also Read

Tags

Topreneur