Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

BBTMC – BPPT Mulai Lakukan Operasi TMC untuk Tanggulangi Karhutla Sumsel

2 min read
Read Time2 Minutes, 6 Seconds

TOPRENEUR.id – Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memulai operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan pada Jum’at (30/8/2019).

Tak kurang dari 10 ton bahan semai garam NaCL dan peralatan telah didistribusikan dan ditempatkan di gudang posko Lapangan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang sejak minggu lalu.  Untuk mendukung kegiatan TMC ini, telah disediakan satu unit pesawat CASA 212 dari skadron udara 4 Malang.

“Peluang cuaca untuk beberapa hari ke depan cukup mendukung untuk TMC. Meski masih dalam masa kemarau, namun pertumbuhan awan masih berpotensi secara sporadis dan tidak merata dan itu bisa dioptimalkan dengan TMC untuk turunkan hujan,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala BBTMC-BPPT, Sabtu (31/8/2019).

Selain di Lanud SMH Palembang, Kata Tri Handoko Seto, pemantuan cuaca juga dilakukan di dua lokasi pengamatan cuaca lainnya untuk menjangkau seluruh wilayah Sumsel yaitu, Pos Meteorologi (Posmet) Sekayu dan Posmet Kayu Agung. BBTMC-BPPT juga meminta dukungan BMKG (Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika ) untuk mengirimkan ahli prediksi cuaca (forecaster).

Selaian terdiri dari kru yang berjumlah 10 orang, tim BBTMC – BPPT juga didukung oleh tim TNI AU yang berjumlah 10 orang untuk kesiapan pesawat.

Modifikasi cuaca rencananya akan dilakukan di seluruh wilayah Sumatera Selatan dengan fokus pada wilayah dengan lahan gambut yang luas, seperti Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir hingga Musi Banyuasin.

Faisal Soenarto, koordinator lapangan kegiatan TMC Penanggulangan Karhutla di Sumsel menjelaskan bahwa sepanang 2019 kondisi cuaca lebih kering dari tahun sebelumnya, yang menyebabkan tingkat kebakaran cenderung meningkat.

Lebih lanjut Faisal Sunarto menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya difokuskan untuk pemadaman Karhutla, namun  juga untuk pembasahan lahan (rewetting) lahan gambut dan untuk mengisi embung-embung untuk mendukung kegiatan pemadaman melalui darat dan juga kebutuhan water bombing jika diperlukan.

“Pembasahan lahan dapat menekan resiko lahan terbakar,” ujarnya.

Sejak pertama dilakukannya TMC pada 2011 silam di Sumsel, baru pada tahun ini BBTMC–BPPT menargetkan pemasangan SMOKIES (Sistem Monitoring Online Kandungan Air Lahan Gambut Indonesia untuk Early Warning System Karhutla ) di dua titik pemantauan, yaitu di Universitas Sriwijaya Palembang dan PT. Kelantan Sakti.

“SMOKIES merupakan suatu sistem informasi secara near real time pengukuran langsung pada lahan gambut untuk memantau potensi kebakaran hutan. “Sistem ini akan mengantisipasi sebelum kebakaran terjadi,” ujar Faisal

Menurut Hammam Riza, Kepala BPPT, khusus wilayah-wilayah lahan yang rentan terbakar semestinya TMC dilaksanakan sejak awal agar lahan gambut cukup tergenang air.

“Oleh karena itu, perlu di perkuat armada pesawat yang memadai untuk menjangkau seluruh wilayah yang tertimpa musibah. Namun Operasi TMC kerap tertahan dukungan kesiapan pesawat, sementara kondisi cuaca cepat sekali alami perubahan,” ujarnya.

2 0

About Post Author

Redaksi

Editor
100 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *