close menu

Masuk


Tutup x

Tekad Memperjuangkan 1.000 Anak Indonesia Berprestasi agar Tetap Sekolah

Istimewa

Penulis: | Editor:

Pendidikan merupakan cara terbaik untuk membangun sebuah bangsa yang hebat. Sayangnya, masih ada jutaan anak di Indonesia yang kesulitan meneruskan pendidikan karena faktor ekonomi. 

Yayasan Peduli Kasih untuk Nusantara (Kasih Nusantara) hadir bagi siswa dan siswi berprestasi Indonesia yang ingin meneruskan pendidikannya namun terhalang oleh faktor ekonomi, dengan cara pemberian bantuan dana pendidikan.

Oleh karena itu, Kasih Nusantara membuat sebuah gerakan #1000AnakTetapSekolah dimana akan disalurkan dana pendidikan sejumlah total 6 Miliar Rupiah untuk 1000 siswa di Indonesia. Pengumpulan dana akan dilakukan sampai dengan akhir tahun 2021 dan penyalurannya secara langsung ke sekolah siswa/i yang akan dilakukan selama 1 tahun pada 2022. 

“Dalam program #1000AnakTetapSekolah, Kasih Nusantara akan bekerjasama dengan para perusahaan, komunitas, influencer, dan platform-platform lainnya untuk membantu dalam penggalangan dana,” ujar Purwa Hartono, founder dari Kasih Nusantara.

Dilansir dari akun instagram @kasihnusantaracom, saat ini Kasih Nusantara juga sudah bekerjasama dengan Paxel. Setiap pengguna jasa Paxel dapat berpartisipasi dalam gerakkan #1000AnakTetapSekolah. 

Pada aplikasi Paxel, setelah mengisi alamat tujuan, pengguna bisa memilih berdonasi kepada Kasih Nusantara. 

Selain mengumpulkan donasi, Kasih Nusantara juga bekerjasama dengan Cakap memberikan pelatihan kursus Bahasa Inggris kepada kurang lebih 300 murid dari 12 sekolah yang bermitra dengan Kasih Nusantara di jenjang SMP dan SMA selama 6 bulan.

Para #PembangunBangsa (sebutan untuk donatur) juga bisa berdonasi lewat kitabisa.com atau langsung dengan mengunjungi website Kasih Nusantara. Dalam website tersebut para pembangun bangsa dapat langsung memilih siswa-siswi yang ingin diberikan donasi.

“Besar harapan saya, dengan hadirnya Kasih Nusantara dapat membantu anak-anak Indonesia untuk meneruskan pendidikannya untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Kalau bukan kita siapa lagi ?” pungkas Purwa Hartono.

Editor