28 Oktober 2020

Budaya Patuh Terhadap New Normal untuk Berwisata Sehat

Bagikan:

Menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali karena pandemi berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali. Hal ini juga mempengaruhi perekonomian nasional karena pariwisata Bali menyumbang sekitar 40% devisa Negara. 

Dipercayanya Bali sebagai salah satu destinasi wisata paling siap dalam penerapan protokol kesehatan disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali. 

Bali sangat antusias untuk menyambut kedatangan kembali wisatawan yang sempat tertunda beberapa saat. Bali siap menyambut wisatawan dengan menerapkan Protokol Kesehatan berkonsep Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE) atau Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Ramah Lingkungan sesuai arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

“Ekonomi dan Kesehatan harus berjalan beriringan sesuai dengan Penerapan CHSE pada sektor pariwisata di New Normal ini, sehingga Budaya Patuh terhadap basic protokol kesehatan 3 M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak harus dipatuhi oleh semua pihak. Budaya patuh ini akan sangat membantu meminimalisir penularan Covid-19. Di sektor pariwisata ini akan membantu mewujudkan pariwisata yang sehat sehingga perekonomian akan kembali bergulir seiring dengan tetap terjaganya kesehatan wisatawan, para pelaku wisata dan masyarakat,” demikian disampaikan Antarina S.F. Amir yang merupakan salah satu ketua Pertiwi Indonesia. 

Dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk kembali membangkitkan pariwisata Bali dan meningkatkan kesadaran wisatawan untuk patuh menerapkan protokol kesehatan dalam berwisata, Perempuan Indonesia Maju (PIM), Pertiwi Indonesia, dan Prakarsa Nusantara menginisiasi sebuah kampanye pariwisata bernama BALI I MISS U, yang diluncurkan secara online pada hari ini, Jum’at (18/09).

Lana T. Koentjoro sebagai ketua PIM dan salah satu penggagas dari Bali I Miss U mengatakan, “BALI I MISS U adalah kalimat paling pas untuk menggambarkan suasana batin wisatawan dan masyarakat Bali yang sudah sangat rindu untuk saling bertemu kembali. Karena itu kami percaya bahwa masyarakat Bali saat ini siap menghadapi budaya kepatuhan tersebut sehingga para wisatawan dapat melakukan perjalanan wisata dengan aman, menyenangkan dan sehat. Hal ini sesuai dengan salah satu tagline dari BALI I MISS U yaitu Berangkat Sehat Pulang Sehat.”

Untuk mematuhi penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di sebagian kota di Indonesia, BALI I MISS U saat ini juga lebih banyak melakukan kegiatan secara online antara lain dengan memaksimalkan fungsi internet dan media sosial untuk mengkomunikasikan Gerakan Kepatuhan Protokol Kesehatan dalam Berwisata.

“Selain kegiatan online seperti Live Instagram, Video dan Virtual Talk Show, BALI I MISS U juga melaksanakan kegiatan offline untuk mendukung gerakan kepatuhan protokol kesehatan dengan membagikan masker BALI I MISS U secara gratis di lokasi-lokasi yang telah ditentukan,” sebut Shinta Omar, Ketua Harian Pertiwi Indonesia.

Di lain tempat, Moeldoko selaku Pembina CEO Indonesia dan Trisya Suherman selaku Ketua CEO Indonesia bersama rombongan yang siang ini telah tiba di Bali menyatakan sangat mendukung upaya membangkitkan kembali pariwisata Bali dengan program BALI I  MISS U. 

Trisya Suherman mengatakan, “Kami  berangkat dari Cengkareng, di pesawat, tiba di airport Bali, check in di hotel dan berkunjung ke tempat-tempat wisata dengan mematuhi semua protokol kesehatan tanpa henti dan bosan sehingga menjadi suatu perjalanan menyenangkan, aman dan sehat sesuai dengan tagline Berangkat Sehat Pulang Sehat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *