24 Oktober 2020

CORE, Alat Uji Kesiapan Pelaku Usaha terhadap COVID-19

Sumber: Screenshoot Youtube

Bagikan:

TOPRENEUR.id – Orbit Future Academy dari Indonesia dan Natio Cultus asal India telah mengembangkan alat modern bagi pelaku usaha untuk mengkuantifikasi dan memahami dampak dari Covid-19 terhadap aktivitas bisnis mereka. 

Alat ini merupakan yang pertama di dunia, dan dikembangkan berdasarkan pengalaman panjang Cultus di bidang ini, digabungkan dengan keahlian dan pengalaman para kontributor; Nalin K Singh, Sachin V Gopalan, Dr. Ilham A Habibie, Deny Rahardjo & Sunil Girdhar.

Diketahui, serangan pandemi COVID-19 telah memaksa pemilik dan pelaku usaha untuk menguji ulang rencana kelanjutan usaha mereka. 

Orbit Future Academy, berkolaborasi dengan Cultus telah menciptakan CORE (COVID Readiness), alat pengujian kesiapan pelaku usaha  terhadap COVID-19 yang pertama di dunia.

CORE menggunakan peralatan algoritma yang kuat yang memungkinkan seorang individu menguji dampak Covid-19 terhadap aktivitas bisnis mereka. 

CORE menganalisa 28 faktor yang mempengaruhi para pelaku usaha saat ini, bersamaan dengan jawaban yang diberikan pengguna secara online untuk memformulasi nilai dampak terkuantifikasi, antara 0 dan 99. 

Nilai rendah mengindikasikan kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi perusahaan di masa mendatang, sementara nilai tinggi tidak hanya menandakan bahwa perusahaan sehat, tapi juga mengindikasikan adanya potensi peluang untuk tumbuh.  

Perusahaan gabungan India-Indonesia ini mendukung para pelaku usaha lewat basis analitikal untuk menguji dan memformulasi rencana bisnis dan startegi jangka panjang untuk era post Covid. 

Selain itu, alat ini menghasilkan laporan hanya dalam 4 jam setelah pengguna mengumpulkan jawaban mereka dan harganya juga sangat rasional sebesar Rp138.763 (US$9.45). 

Waktu yang dibutuhkan bagi seorang pengguna untuk mengoperasikan alat ini tidak lebih dari 30 menit. Laporan yang dihasilkan disertai dengan penjelasan yang diberikan oleh pemimpin industri dan disertai berbagai kemungkinan skenario bagi aktivitas bisnis sehingga membantu pelaku usaha menghadapi berbagai potensi tantangan.  

Dr. Ing. Ilham A Habibie, yang menganalisa dampak sosial-politik Covid-19 dalam keterangannya mengatakan, “Dengan adanya ketidakpastian ekonomi yang melanda bisnis di seluruh dunia termasuk Indonesia, wirausaha dan pemilik bisnis memerlukan alat baru untuk menavigasi jalan mereka dari pandemi Covid-19. Teknologi dapat menjadi pemacu bagi bisnis untuk bertahan dari penurunan saat ini dan mempersiapkan diri untuk pasca-Covid-19,” katanya. 

Sementara Nalin Kumar Singh yang merupakan project leader ini menjelaskan, “Alat ini memberikan pemilik usaha pemahaman terhadap tingkat kesulitan karena COVID-19 terhadap bisnis mereka, baik itu positif maupun negatif, dan memberikan pemilik bisnis baseline untuk menjadi yang pertama dalam merencanakan dunia post COVID.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *