EIGER Mengisi Semester Dua dengan Beragam Ekspedisi Menantang

Topreneur.ID – EIGER sebagai brand tropical adventure nomor satu di Indonesia, tentunya terus berupaya menyajikan aktivitas kegiatan alam bebas yang sangat menantang untuk para penggemar petualangan.

Ekspedisi seperti Black Borneo, dan Ekspedisi 28 Gunung, merupakan beberapa contoh dari ekspedisi besar yang sudah pernah dilakukan EIGER. Tak hanya melakukan ekspedisi dan menjadikannya sebagai wadah untuk berinteraksi dengan para pegiat alam bebas, EIGER juga selalu melahirkan konsep produk baru dari ekspedisi-ekspedisi tersebut.

Di Semester ke-2 tahun ini, EIGER sudah mempersiapkan serangkaian program dan ekspedisi untuk terus menegaskan posisi sebagai brand penyedia alat-alat tropical adventure. Tak hanya yang berhubungan dengan mountaineering (pendakian), tapi juga terus merambah jenis petualangan alam bebas yang lain.

“Hal ini tidak lepas dari tema kami yang baru, “Your Tropical Discovery”. Kami berusaha mewadahi kebutuhan para pecinta petualangan alam bebas di Indonesia dengan semangat itu. Sehingga EIGER bisa terus menjadi brand andalan ketika bicara tentang tropical adventure,” ujar Harimula Muharam, GM Marketing PT. EIGER MPI.

Beragam ekspedisi sudah disiapkan, dengan Brand Ambassador EIGER – akrab disapa dengan EIGER Friends – sebagai ujung tombaknya. Sebut saja Ramon Y. Tungka yang kerap melakukan pendakian di gunung-gunung kelas dunia seperti Annapurna dan Kilimanjaro. Lalu ada pula Jessica Katharina, seorang pendaki wanita yang mempunyai cita-cita menjajal gunung-gunung di Indonesia seperti Latimojong dan Binaiya.

Untuk tahun ini, keduanya sedang mempersiapkan ekspedisi yang tak kalah menantang. Ramon sedang mempersiapkan ekspedisi pendakian kilimanjaro di bulan Agustus

Sementara itu Jessica juga tengah sibuk melakukan ekspedisi pendakian 7 Puncak Nusantara.

EIGER pun dengan bangga menyertai dan mewadahi segala kebutuhan mereka di lapangan, seraya menyatu dalam semangat mereka dalam berbaur dengan alam dan lingkungan sekitar. Karena pada hakikatnya yang mereka lakukan adalah bukan menaklukan alam tetapi menaklukan diri sendiri. Seperti kata Ramon Y. Tungka dalamwww.eigeradventurenewscom, “Berpetualang, traveling, pada akhirnya membawa kita face to face menghadapi diri kita sendiri. Menelanjangi kita untuk belajar agar menjadi lebih manusia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *