27 Oktober 2020

Ekonomi Digital di Indonesia Diprediksi Bakal Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara

Foto: Istimewa

Bagikan:

topreneur.id – Digitalisasi menjadi tren terkini di Tanah Air. Semua sektor bisnis, ramai-ramai melakukan digitalisasi, jika tak ingin ditinggal oleh zaman.

Bari Arijono adalah salah satu orang yang fokus dengan bidang digital. Selama 12 tahun bekerja di beberapa perusahaan teknologi dari Amerika, membuat kemampuannya di bidang ini semakin teruji.

Pada 2014, ia mendirikan Digital Enterprise Indonesia (DEI) yang bergerak di bidang pelatihan digital, konsultan transformasi digital, dan pembuatan  platform digital.

Pada awal 2017 dirinya mendirikan Pusat Pelatihan Digital Pertama di Indonesia, Digital Training Center, sebagai wujud keprihatinan akan langkanya talent-talent digital di Indonesiadalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

Di kancah global, Bari Arijono juga diperhitungkan. Dirinya tercatat menjadi advisor Global Association of Blockchain & Cryptocurrency (GABC), perusahaan Blockchain untuk memberikan solusi UMKM yaitu LOKALIZE.IO yang pada tahun 2018 ini berhasil mendirikan sebuah perusahaan JV (Join Venture) dengan DigiMax Global Solution yang bermarkas di New York & Kanada.

Baca Juga:

Selain Unicorn, ini Istilah yang Perlu Diketahui dalam Bisnis Startup

DigiMax Indonesia ini bergerak di bidang security token (STO) yang 100% compliant dengan regulasi blockchain dunia.

Diakuinya, bisnis digital memang menjanjikan pertumbuhan (growth) yang lebih cepat dari pada bisnis konvensional. Setidaknya hal ini dapat dibuktikan dari nilai transaki e-commerce yang terus naik dari tahun ke tahun. Pada 2025, diproyeksikan nilai transaksinya mencapai lebih dari Rp1.000 trilliun.

Sekaligus Indonesia akan menjadi negara terbesar ekonomi digitalnya di Asia Tenggara dengan dorongan 4 perusahaan unicorn yang ada; Go-jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.

“Nah, DEI dan ADEI memegang peran penting dalam membangun ekosistem digital yang lebih baik, membantu korporasi bertransformasi ke digital business, menghasilkan talent-talent digital dan tentunya ikut andil dalam menumbuhkan ekonomi digital Indonesia dengan mencetak lebih banyak lagi digital entrepreneur,” ujar Bari.

Ia optimis pada 2030 Indonesia bisa menjadi Digital Nation. Hal ini seperti tertuang dalam buku yang akan dirilisnya pada 2019 nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *