Eksistensi 47 Tahun LP3ES sebagai Lembaga Riset Sosial

Topreneur.ID – Perhimpunan LP3ES merupakan lembaga non pemerintah yang berdiri sejak tanggal 19 bulan Agustus tahun 1971. Diketahui, lembaga ini didirikan oleh tokoh-tokoh penting seperti Prof. Soemitro Djojohadikusumo, Prof. Emil Salim, Prof. Billy Joedono, Prof. Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Prof. Juwono Soedarsono, Suhadi Mangkusuwondo, Brigjen Daan Jahja dan sejumlah nama lainnya.

Dalam perkembangannya, sejumlah tokoh muda juga turut berperan dalam membesarkan LP3ES. Di antara tokoh muda yang pernah menjadi direktur lembaga ini, misalnya, Nono Anwar Makarim, Ismid Hadad, dan M. Dawam Rahardjo. Bahkan, almarhum Gus Dur juga tercatat pernah menjadi peneliti dan aktivis di lembaga ini.

Sejak tahun 1971, lembaga ini juga menerbitkan Jurnal Prisma sebagai jurnal yang membahas masalah-masalah sosial politik. Selain itu, eksistensi LP3ES juga ditunjukkan dengan menerbitkan buku-buku ilmiah. Kini, lembaga ini sedang menerbitkan pemikiran Bung Hatta dalam buku Karya Lengkap Bung Hatta yang terdiri dari 10 jilid.

Kegiatan lainnya adalah riset poll masalah sosial politik. LP3ES adalah lembaga perintis riset-riset polling tersebut dalam bidang sosial dan politik. Saat ini riset yang tengah dilakukan adalah membangun sebuah sistem peringatan dini konflik sosial politik di Indonesia.

Nah, pada 31 Juli lalu, Perhimpunan LP3ES mengadakan Rapat Umum Anggota (RUA) yang dihadiri oleh tidak kurang 30 anggotanya, antara lain dihadiri oleh Prof. Emil Salim, Taufik Abdullah, Ismid Hadad, Abdullah Syarwani, dan lainnya.  

Dalam rapat tersebut, Didik J. Rachbini terpilih sebagai ketua perhimpunan LP3ES, didampingi Erfan Maryono dan Agus Abdul Hamid sebagai wakilnya. Ketiganya resmi sebagai formatur untuk melengkapi kepengurusan baru, menggantikan kepengurusan M. Dawam Rahardjo yang wafat.

Didik menyampaikan jika LP3ES akan tetap konsisten menjadi lembaga riset sosial yang kritis. “LP3ES juga akan tetap aktif dalam memajukan proses demokrasi di Indonesia. Sehingga dalam waktu dekat akan segera menyelenggarakan sekolah demokrasi bagi kalangan muda dan politisi,” demikian Didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *