Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Etanee Ikuti Netpreneur Training di Markas Alibaba

3 min read
Read Time3 Minutes, 8 Seconds

TOPRENEUR. id – Perwakilan start-up food supply chain and marketplace Indonesia, Etanee, terpilih menjadi salah satu dari 56 partisipan Alibaba Netpreneur Training Indonesia Program di markas Alibaba di Hangzhou, China, pada 29 Juli sampai dengan 7 Agustus 2019 lalu. Program ini merupakan kerja sama dengan Kadin Indonesia dan didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekfraf). 56 partisipan yang ada merupakan hasil seleksi dari 260 pendaftar.

Founder & CMO Etanee, Herry Nugraha, yang mengikuti pelatihan selama 10 hari tersebut menyatakan Alibaba Netpreneur Training sangat menginspirasi bagi peserta. Apalagi, para peserta merupakan pelaku usaha berbasis internet (net-preneur).

Program training tersebut meliputi sharing best practice bagaimana China membangun ekosistem digital dalam 20 tahun terakhir. Juga peran pemerintah dalam membangun infrastruktur dasar seperti listrik dan logistik (rantai pasok dan pengiriman barang) merupakan pondasi membangun e-commerce China.

Di samping itu, para peserta juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan para pelaku industri, diantaranya Desa Bainiu yang memasarkan produknya di Taobao (unit bisnis milik Alibaba). Dua dekade lalu, tidak ada satupun pemuda yang bangga dengan Desa Bainiu karena kondisi ekonomi desa yang terbelakang. Namun kini, Desa Bainiu menjadi salah satu desa digital dengan PDB mencapai 30 juta RMB per kapita per tahun atau setara dengan Rp 5 juta per kapita per bulan. Yang menarik desa digital tersebut mampu melakukan perdagangan wallnut yang diproduksi oleh petani setempat ke seluruh China.

Salah satu program menarik dalam Alibaba Netpreneur Training tersebut adalah Digital City Experience di Kota Hangzhou dimana semua transaksi seperti pembelian makanan, pemesanan taksi, atau sewa sepeda listrik menggunakan platform digital payment yaitu Alipay. Bahkan di salah satu pasar tradisional yang menjual sayuran dan buah-buahan tersedia QR code di setiap toko pedangang untuk pembayaran digital.

“Yang menarik kebiasaan menggunakan platform digital ini dirasakan massif, tidak hanya konsumen tapi juga penyedia jasa dan produk di kota Hangzhou,” kata Herry.

China tampaknya telah berubah secara drastis menjadi negara yang sangat kuat dalam industri digital ekonomi. Secara jumlah transaksi dan nilai belanja per transaksi pengguna ecommerce China lebih besar empat kali lipat bahkan dibanding pengguna ecommerce USA. Nilai sales retail e-commerce Cina meningkat signifikan dari hanya 298 billion USD pada 2013 menjadi 1.149 billion USD pada 2017.

Dalam sharing session pertama Alibaba Netpreneur Training Indonesia Program, VP Alibaba Global Initatives Brian Wong mengatakan, program ini muncul setelah pada 2016 lalu, di sela-sela pertemuan G-20 di China, Presiden Indonesia Joko Widodo datang ke Kampus Alibaba. Saat itu, Executive Chairman Alibaba Jack Ma dan Presiden Joko Widodo sepakat untuk saling bekerja sama memajukan agenda ekonomi Indonesia.

Brian juga menjelaskan perkembangan ecommerce China dalam 20 tahun terakhir. Pada 1999, hanya ada 8,8 juta pengguna internet di China. Tak ada retail e-commerce di sana, tidak tersedia layanan online payment saat itu, dan GDP per kapita per tahun sebesar 800 USD.

Pada 2019, jumlah pengguna internet di China mencapai 830 juta dengan akses internet 98,3%. Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce di China mencapai 1.149 billion USD pada 2017 dan GDP China mencapai 9.000 USD per kapita per tahun.

“Awal perkembangan ecommerce di Indonesia bisa jadi lebih maju dibandingkan saat Alibaba memulai. Hanya saja, Indonesia punya tantangan membangun jaringan logistik yang harus menghubungkan banyak pulau. Selain juga membangun sistem pembayarannya,” kata Brian.

Alibaba memiliki Alibaba Netpreneur untuk 3 negara Asia. Alibaba Netpreneur Indonesia Program pada awal Agustus lalu merupakan yang pertama untuk Indonesia.

Program Alibaba Netpreneur Indonesia Program Batch 1 ditutup dengan penandatanganan MoU diantara para peserta. Kerja sama ini menunjukkan inisiatif dan komitmen para peserta untuk berkolaborasi membangun ekosistem digital Tanah Air sejalan dengan program Pemerintah, Making Indonesia 4.0.

Di antara MoU yang dilakukan adalah antara PT Solusi Pangan Perwiratama (Etanee) dan PT Metra-net (unit bisnis Telkom Group) dalam integrasi pembayaran digital di platform Etanee.id melalui QR Code Indonesia Standard dengan nama QRen. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Pemasaran Etanee Herry Nugraha dan Direktur Digital Services Metra-net Setyo Budianto di kantor pusat Alibaba di Kota Hangzhou, China yang disaksikan oleh para pejabat dari Kadin Indonesia, Konsulat Jenderal RI di Shanghai dan VP Alibaba Global Initiatives.

0 0

About Post Author

Redaksi

Editor
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *