Fokus pada Tridharma, BPPK Kemenlu dan Univ. Budi Luhur Teken Kerjasama

Topreneur.ID – Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Universitas Budi Luhur (UBL), melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universitas Budi Luhur di Jakarta pada hari Rabu 5 September 2018. Kerjasama yang memfokuskan pada Tridharma perguruan tinggi menyepakati bidang penelitian dan pengkajian.

Sebagaimana diketahui, bahwa Indonesia dan negara-negara anggota EFTA (Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein) telah menyelesaikan perundingan intersesi (I-EFTA CEPA) pada tanggal 10-12 Januari 2018 di Jakarta, Indonesia. Isu-isu yang dirundingkan pada pertemuan tersebut antara lain adalah perdagangan barang, perdagangan jasa, ketentuan asal barang, bea cukai, dan fasilitasi perdagangan.

Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Didik Sulistyanto, menjelaskan sebagaimana instruksi Presiden RI Joko Widodo, perundingan I-EFTA-CEPA merupakan salah satu percepatan perundingan yang ditargetkan selesai tahun 2018 untuk meningkatkan ekspor sekaligus menarik investasi masuk ke Indonesia

“Berkaitan dengan isu-isu I-EFTA-CEPA di bawah naungan Pusat P2K2 Amerika dan Eropa, termasuk dalam materi mata kuliah Ekonomi Politik Internasional yang terdapat dalam kurikulum Program Studi Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur, kami memandang perlunya kerja sama dalam pengembangan penelitian terkait peluang dan tantangan I-EFTA-CEPA bagi Indonesia,” ujar rektor dalam pesan tertulisnya.

Mengusung tema kerjasama dengan judul penelitian: “Strategi dalam Mengoptimalkan Implementasi Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EFTA CEPA)”, MoU ini dilakukan dalam rangka meraih pencapaian bersama, komprehensif, dan efektif.

“Kami berharap agar kerjasama dapat terjalin antara Prodi Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri,” tambah Rektor.

“Semoga kerjasama yang telah disepakati berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk kebaikan kita semua,” pungkasnya.

Penandatanganan dari Pihak Pertama dilakukan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Dr. Siswo Prawono dan dari Pihak Kedua oleh Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Didik Sulistyanto.

Penandatanganan Kerjasama ini dihadiri oleh Direktur Bidang Promosi dan Kerjasama, (Sunten Z. Manurung S.H.,) Dekan FISIP (Fahlesa Munabari, Ph.D.), Ketua Prodi Hubungan Internasional (Elistania, M.Si.), Sekretaris Prodi Hubungan Internasional (Vivi Pusvitasary, M.Si.) dan Kepala Sekretariat FISIP (Suryadi Wardiana, M.I.Kom.).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *