Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berinovasi menciptakan platform digital bernama Curhatorium. Platform ini dirancang untuk mengatasi stigma negatif seputar kesehatan mental dan memberikan dukungan bagi generasi muda.
Curhatorium, yang telah mendapatkan pendanaan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025, memanfaatkan pendekatan gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan pengguna.
Curhatorium: Ruang Digital Ramah untuk Kesehatan Mental Generasi Muda
Dibuat oleh tim mahasiswa Unair, Curhatorium hadir sebagai ruang aman bagi generasi muda (usia 16-30 tahun) untuk berbagi cerita dan berinteraksi. Platform ini dirancang sebagai upaya preventif dan responsif terhadap isu kesehatan mental di kalangan anak muda.
Pendekatan _peer-support_ yang diusung Curhatorium diharapkan menciptakan kedekatan emosional dan membuat dukungan mental terasa lebih mudah diakses, bukan sesuatu yang eksklusif atau menakutkan.
Fitur Gamifikasi untuk Meningkatkan Partisipasi Pengguna
Curhatorium menggabungkan elemen permainan (gamifikasi) ke dalam platformnya. Pengguna akan mendapatkan poin pengalaman (XP) dan membuka level baru dengan lencana unik saat menyelesaikan misi.
Maskot bernama Sanny, berupa sosok matahari, akan membimbing pengguna (disebut Lunar) dan memotivasi mereka dalam proses refleksi dan pemulihan.
Fitur-fitur unggulan lainnya mencakup tes kesehatan mental, _journaling_, konsultasi, _mood and productivity tracker_, _share and talk_, _support group discussion_, _missions of the day_, _deepcard_, _chatbot_ dukungan mental, dan _webinar_.
Keamanan Data dan Validasi Pasar
Sebelum diluncurkan secara digital, Curhatorium telah diuji melalui metode _Randomized Controlled Trial_ (RCT) dan menunjukkan hasil positif. Survei menunjukkan 67 persen responden tertarik dengan platform digital ini.
Pada tahap _pre-launching_, Curhatorium telah mendapatkan respon positif dari 257 pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa platform ini memenuhi kebutuhan nyata dan memiliki validasi pasar yang kuat.
Tim pengembang Curhatorium memprioritaskan keamanan data pengguna. Platform ini menerapkan prosedur operasional standar (SOP) internal yang terintegrasi dengan sertifikasi ISO 27001.
Semua mitra menandatangani perjanjian anonimitas, dan semua interaksi pengguna mengikuti kaidah pertolongan psikologis pertama. Fitur pelaporan juga tersedia melalui _website_ dan media sosial untuk menangani pelanggaran.
Dengan menggabungkan teknologi digital, pendekatan gamifikasi, dan fokus pada _peer-support_, Curhatorium menawarkan solusi inovatif untuk mendukung kesehatan mental generasi muda. Platform ini berpotensi menjadi contoh bagi pengembangan layanan kesehatan mental digital yang lebih inklusif dan efektif di Indonesia.







