Hujan Tiba, Ini Tips Memilih Jas Hujan di Pasaran

Topreneur.id Salah satu hal yang wajib dipersiapkan oleh para pengendara khususnya roda dua saat musim hujan adalah jas hujan. Ada banyak jenis jas hujan yang beredar di pasaran saat ini.

Menurut Johanes Paulus, salah satu distributor jas hujan merek Masterain dan Carol, saat ini dengan semakin berkembangnya ojek online, banyak masyarakat yang lebih memilih jenis jas hujan sekali pakai, bahannya ringan dan tipis sehingga bisa dibawa kemana-mana. “Jenis jas hujan ini namanya HDPE. Di pasaran, merek paling favorit antara lain Komodo, Payung, Bambu, dan Tebu. Jas hujan HDPE ini lebih tebal dari plastik biasa, harganya juga termasuk sangat murah. Ecerannya seharga Rp10 ribuan, sementara harga grosir di angka Rp 5 ribuan.”

Jenis jas hujan kedua adalah PVC 1. Jas hujan ini umumnya lebih tebal dari HDPE dan bisa dipakai hingga berulang-ulang. Di pasaran, merek utama jas hujan PVC 1 antara lain Levia, Dolpin, Pelican, dan Ceria. Dari sisi warna sudah beragam dan bagus dengan harga sekira Rp15 ribuan.

Ketiga, jas hujan press. Bahannya adalah PVC yang lebih tebal dari jas hujan berbahan plastic. Salah satu keunggulan jas hujan ini adalah anti bocor. “Model jas hujan ini saya kira yang paling banyak. Harganya juga cukup murah. Tapi kelemahananya karena dia terbuat dari PVC, kalau terkena panas dan hujan secara terus menerus, lama-lama akan kering dan getas,” ucapnya.

Keempat, jenis jas hujan yang paling bagus adalah berjenis jahitan. Bahannya bisa kain dan parasut. Beberapa merek unggulan jenis jas hujan ini seperti Rosida, Axio, dan Masterain. Diakui Johanes, jenis jas hujan jahitan itu tidak akan getas sehingga tidak mudah robek. “Hanya saja tetap ada minusnya, yakni kalau hujan besar, air bisa tetap meresap. Tapi untuk Masterain dia sudah memikirkan bagaimana untuk mengantisipasinya. Sebab setelah dijahit, bagian dalamnya juga di-press sehingga air tidak bisa masuk,” jelasnya.

Jas hujan yang paling mahal adalah yang memakai bahan parasut taslan. Johanes menjelaskan, jenis jas hujan ini bisa dipakai harian dan tidak mesti dipakai saat hujan saja. Saat turing, misalnya, jas hujan ini bisa dipakai sebagai pengganti jaket. “Di pasaran mereknya beragam antara lain Sunflower, Rosida, Axio, termasuk Masterain.”

Lalu, yang masih belum terlalu familiar adalah jas hujan karet (rubber). Jenis jas hujan ini sebetulnya sudah lama beredar di pasaran, hanya saja umumnya dipakai oleh para anak buah kapal. Bahan dasarnya karet. “Kelemahannya hanya satu, panas. Tapi jas hujan ini dipastikan tidak akan rembes,” tukas Johanes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *