21 Juni 2021

Indonesia Butuh 600 Ribu Talenta Digital Setiap Tahun

2 min read

Istimewa

Bagikan:

“Kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang handal dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini sangat mendesak untuk diupayakan secara masif, kolaboratif dan berkelanjutan. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengalami digital talent gap atau kesenjangan talenta digital, dimana kita membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun; atau rata-rata 600.000 talenta digital setiap tahunnya,” ucap Johnny G Plate dalam program peluncuran modul literasi digital.

Bertempat di Grand City Surabaya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, meluncurkan 4 (empat) modul literasi digital: (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia Digital; (3) Etis Bermedia Digital; dan (4) Cakap BermediaDigital. Kesemuanya disusun berdasarkan pada 4 (empat) pilar literasi digital yang utama, yaitu digital culture, digital safety, digital ethics, dan digital skills. Modul ini merupakan manifestasi kolaborasi dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD)Siberkreasi, Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) dan Kementerian Kominfo.

“Terkait dengan infrastruktur digital, Kementerian Kominfo bersama dengan ekosistem terkait tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki akses internet memadai di seluruh penjuru Nusantara. Namun demikian perlu diingat bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi wajib dibarengi dengan kesiapan SDM yang akan memanfaatkan layanan internet tersebut. Tanpa kesiapan SDM, ruang digital justru berpotensi digunakan untuk tujuan penyebaran konten negatif seperti penipuan daring, perjudian, prostitusi online, disinformasi atau hoaks, pencurian data pribadi, perudungan siber (cyber bullying), ujaran kebencian (hate speech), penyebaran paham radikalisme/ terorisme di ruang digital dan sebagainya,” imbuh Johnny.

“Pandemi Covid-19 telah membawa dampak besar terhadap kehidupan di berbagai lini,mendorong kita untuk beraktivitas, berinteraksi, dan bermigrasi ke ruang digital. Guna menjadikan momentum pandemi COVID-19 sebagai titik lompatan besar yang strategis menuju Indonesia Maju, Bapak Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan terkait Akselerasi Transformasi Digital Nasional. Melalui arahan ini, diharapkan seluruh komponen bangsa dapat memperkuat kolaborasi untuk terus mendorong digitalisasi nasional terutama di 4 (empat) sektor prioritas, yaitu; (1) infrastruktur digital; (2) masyarakat digital; (3) ekonomi digital; dan (4) pemerintahan digital. Keempat sektor prioritas tersebut adalah kunci dalam mendorong kapabilitas, produktivitas dan peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia di era transformasi digital ini,” tutup Johnny.

Kegiatan peluncuran modul ini dilakukan serempak di lima kotaya itu: Surabaya, Tangerang Selatan, Aceh, Yogyakarta, dan Lampung. Peluncuran modul dilakukan oleh Menteri Kominfo bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Nicholas Saputra; Yosi Mokalu; Cak Percil; Frida Kusumastuti; dan Dirjen Aptika, Semuel Pangerapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *