20 September 2020

Ini Bakery Ku, Terobosan Baru Naomi Susan di Tengah Pandemi

Istimewa

Bagikan:

Nama Naomi Susan memang identik dengan sebuah terobosan baru dalam menciptakan peluang usaha. Setelah sebelumnya sukses dengan bisnis Card Connection Indonesia, wanita kelahiran 15 Januari 1975 ini sekarang merambah dunia kuliner, dengan mengembangkan Ini Bakery Ku.

Yang menarik, konsep Ini Bakery Ku milik Naomi Susan berbeda dengan usaha bakery lain yang biasanya membawa brand sendiri. Menurut ibu dari tiga anak ini, ia ada di belakang layar, tidak muncul dengan brand-nya sendiri. Ini Bakery Ku malah menjadi pemasok aneka roti dengan kualitas premium ke toko roti-toko roti lain. Naomi mengatakan salah satu misi dari usaha bakery-nya ini adalah ingin membantu mereka yang ingin memiliki toko roti tanpa harus memproduksinya sendiri. 

Selain itu, Naomi juga ingin membantu toko roti yang sudah berjalan, misalkan yang membuka gerainya di mal, di mana karena pandemi Covid-19, toko roti ini menghadapi kesulitan dalam memenuhi biaya produksinya karena pengunjungnya sepi. “Seperti istilah different flowers from the same garden, banyak brand roti yang beredar namun berasal dari dapur yang sama, yaitu Ini Bakery Ku. Jadi kami siap memasok roti yang kemudian roti ini dikemas dengan brand dan ciri khas toko roti mereka. Brand dan kemasan terserah kepada mereka, tapi produksi rotinya dari kami,” begitu kata wanita lulusan Marketing Communication, University of Portland, Oregon, Amerika Serikat ini.

Wanita yang akrab disapa NS ini mengatakan, ia selalu menciptakan bisnis untuk menyelesaikan suatu masalah. “Bisnis saya harus bisa menjadi solusi dari sebuah masalah. Saya melihat di setiap satu masalah, di setiap satu musibah pasti ada peluang. Ini yang saya lihat dari musibah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia saat ini,” tukasnya.

Naomi mengungkapkan adanya dampak yang sangat luar biasa dari pandemi Covid-19 terhadap perekonomian, terutama ekonomi keluarga, membuatnya merasa prihatin. “Saya melihat beberapa teman dirumahkan, bekerja dari rumah atau bergantian shift, atau dirumahkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan dan mereka ini kan tetap harus memiliki income untuk living cost mereka. Terlepas mereka ini single atau sudah berkeluarga, tetap saja ini menjadi beban,” ungkap Naomi.

Penghasilan para pengemudi ojek online yang turun drastis selama pandemi Covid-19 ini juga menjadi perhatian dari istri dr. Yusfa Rasyid, SpOG ini. “Saya ingin membuka peluang usaha yang bisa menjadi solusi di masa pandemi ini, paling tidak usaha ini bisa menyerap banyak SDM. Beberapa proposal sudah ditawarkan pada saya, tapi saya belum melihat usaha ini bisa menjadi solusi. Baru ketika menerima proposal konsep Ini Bakery Ku, saya melihatnya sangat luar biasa. Bisnis inilah yang sekarang sedang saya kembangkan,” ujar Naomi. 

Ia pun merekrut beberapa karyawan dari toko roti yang dirumahkan untuk membantunya di dapur Ini Bakery Ku. Untuk pengantaran contoh produk roti sampai ke tangan calon konsumen, Naomi memanfaatkan jasa pengemudi ojek online. Dalam satu hari bisa ada puluhan bahkan ratusan pengantaran. Hal tersebut membuat Naomi bersyukur karena usaha bakery yang sedang dikembangkannya ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan ekonomi bagi banyak pihak ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini. 

Meski bisnis Ini Bakery Ku bisa berkembang dalam waktu singkat, ternyata strategi pemasaran yang dilakukan Naomi cukup sederhana dan tidak membutuhkan biaya mahal. Wanita yang gemar olah raga body combat ini hanya mengandalkan pemasaran lewat media sosial seperti whatsapp (WA), instagram (ig) dan tiktok. 

Naomi mengatakan, pada awalnya ia memanfaatkan grup WA sebagai jembatan untuk masuk ke data base yang sangat besar. Menariknya, ia mengaku mendapat ide cara pemasaran lewat grup WA seperti ini dari da’i kondang, Ustadz Yusuf Mansur. Naomi bercerita sewaktu menjadi pembicara dalam gathering ASPIRASI (Asosiasi Penulis dan Inspirator Seluruh Indonesia), Ustadz Yusuf Mansur membagikan ilmu filosofi cara menjual telur lewat WA status. 

“Waktu itu Pak Ustadz bilang kalau mau jualan telur, upload saja di status WA. Apalagi kalau kontak telepon kita banyak, pasti akan berpengaruh. Dan ternyata apa yang dibilang Pak Ustadz terbukti di bisnis roti saya ini. Saya banyak dapat klien besar dari media sosial saya, seperti WA dan ig,” terangnya.

Hingga kini sudah ratusan lebih toko roti menjadi klien Ini Bakery Ku, milik Naomi Susan. Banyak varian roti lezat yang ditawarkan, di antaranya ZOOMbo, roti coklat dengan taburan coklat meises berukuran besar, hingga roti kekinian Korea Selatan, Garlic Cheese Bread. “Alhamdulillah Ini Bakery Ku bisa cepat berkembang cepat dan membantu banyak pihak. Ke depannya saya akan terus berinovasi untuk mengembangkan bisnis ini,” tukas Naomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *