Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Ini Dampak dari Redefinisi Kilogram

2 min read

Ilustrasi: istimewa

Read Time1 Minute, 48 Seconds

TOPRENEUR.ID – Selama 130 tahun, kilogram telah didefinisikan sebagai berat dari sebuah silinder platinum-iridium yang disimpan dalam lemari besi triple-terkunci di Paris.

Ahli metrologi merujuk pada logam di Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan (BIPM) Perancis tersebut sebagai Prototipe Kilogram Internasional. Dalam istilah populernya disebut dengan “Le Grand K.” Ini adalah satu kilogram yang benar di dunia, dimana semua ukuran massa mengacu pada prototipe fisik tersebut.

Dan pada tahun 1989, ditemukan fakta yang mengejutkan para ahli metrologi di mana-mana, bahwa Prototipe Kilogram Internasional ternyata menjadi 50 mikrogram lebih ringan daripada replika yang telah didistribusikan di seluruh dunia.

Meskipun 50 mikrogram mungkin kedengarannya tidak banyak, namun perubahan itu menunjukkan bahwa beratnya tidak lagi cukup akurat untuk penelitian dan aplikasi teknologi canggih.

Kemudian, setelah melalui berbagai macam penelitian, akhirnya pada tanggal 16 November 2018 melalui Konferensi Umum Takaran dan Ukuran ke-26 yang berlangsung di Versailes, Perancis, komunitas metrologi dunia menyetujui perubahan redefinisi Sistem Internasional Satuan (SI). Perubahan definisi SI ini merupakan tonggak sejarah menuju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih tinggi untuk berbagai kepentingan di seluruh dunia.

Definisi baru satu kilogram kini didasarkan pada tiga konstanta mendasar: kecepatan cahaya; radiasi gelombang mikro alami atom cesium; dan konstanta Planck, yang menggambarkan ukuran paket energi yang digunakan atom dan partikel lain untuk menyerap dan memancarkan energi.

Yang perlu ditekankan adalah, pada dasarnya 1 kilogram tetaplah 1000 gram. Yang berubah adalah definisi kilogram itu sendiri sebagai satuan massa dalam sistem internasional satuan (SI).

Kita sekarang tidak lagi terikat oleh keterbatasan objek dalam pengukuran dunia kita, tetapi memiliki unit yang dapat diakses secara universal, yang dapat membuka jalan ke akurasi pengukuran yang lebih tepat, dan bahkan mempercepat kemajuan ilmiah.

Dampak Redefinisi SI:

  1. Redefinisi SI tidak lagi berbasis artefak dan hanya berbasis pada sifat atomic dan konstanta alam.
  2. Redefinisi pertama kali berdampak pada lembaga metrologi nasional dan organisasi-organisasi yang bekerja dalam merealisasikan unit-unit SI.
  3. Redefinisi ini memperkecil ketidakpastian dan meningkatkan stabilitas.
  4. Ketidakpastian yang lebih baik dari standar acuan berampak pada ketidakpastian yang terpropogasi yang dihasilkan oleh laboratorium terakreditasi yang memanfaatkannya.
  5. Redefinisi berimplikasi pula pada perlunya merevisi buku-buku yang membahas tentang sistem internasional satuan.
  6. Redefinisi hanya memberikan dampak pada industri-industri yang bekerja pada level kepresisian yang tinggi, seperti industri optik untuk komunikasi dan industri pesawat luar angkasa.
0 0

About Post Author

Redaksi

Editor
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *