29 Juli 2021

Ini Tantangan Pengembangan Pelabuhan Hub Internasional di Indonesia

2 min read

Ilustrasi/istimewa

Bagikan:

CEO & Co-Founder myshipgo Harlin E. Rahardjo menyebut pandemi Covid-19 mengakibatkan ekonomi nasional terpukul sehingga perlu terobosan-terobosan kreatif agar pemulihannya bisa lebih cepat. Salah satu terobosannya yaitu mengoptimalkan pelabuhan hub internasional mengingat posisi Indonesia sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia. 

Hal itu disampaikan Harlin pada Indonesia Maritime Club Discussion Series #29 “Peran Pelabuhan Hub Internasional untuk Pemulihan Sektor Logistik Nasional” yang diselenggarakan myshipgo pada Sabtu, 26 Juni 2021.

Pada kesempatan itu, Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan lima tantangan pengembangan pelabuhan hub internasional di Indonesia. Pertama, masalah skala ekonomi muatan karena keberadaan banyak pelabuhan di Indonesia yang mengakibatkan volume muatan tersebar. 

Kedua, integrasi pelabuhan, pelayaran, dan industri yang belum optimal. Ketiga, dukungan stakeholders mulai dari kementerian/instansi terkait, operator pelabuhan,  industri, asosiasi, penyedia jasa logistik, hingga pemerintah daerah.

Masalah keempat dan kelima adalah konsistensi program pembangunan industri dan rencana pengembangan sistem transportasi. Inkonsistensi mengakibatkan ketidakpastian yang menyulitkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah maupun pelaku usaha dalam melakukan perencanaan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) Akbar Djohan menjelaskan peluang KBS untuk mempromosikan potensi Krakatau International Port menjadi hub internasional khusus kargo curah untuk mengefisienkan kargo curah di Indonesia. 

Diharapkan pemerintah selaku regulator bisnis kepelabuhanan dan logistik di Indonesia dapat bersinergi bersama melalui lima hal. Pertama, percepatan dan penyederhanaan regulasi kepelabuhanan dan logistik nasional. Kedua, integrasi perizinan secara online di Kemenhub atau instansi terkait.

Ketiga, relaksasi terhadap PNBP dan PPH di lingkungan pelabuhan dan logistik nasional. Keempat, konsolidasi dan integrasi data terkait komoditas strategis dan penting nasional di setiap provinsi. Kelima, kemudahan dalam menetapkan Krakatau International Port menjadi free trade zone dan international hub untuk kargo curah nasional.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Angkutan Peti Kemas Luar Negeri DPP INSA Teguh Basuseto menyebut 5 pelabuhan utama dengan kontribusi sebesar 6,7 juta TEU’s yaitu Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Emas, Belawan, dan Makassar. 

Kriteria pelabuhan hub internasional mencakup lokasi yang dekat dengan alur pelayaran dunia; free trade area untuk menarik kargo dari negara-negara sekitar; tarif atraktif, jelas, dan terukur; infrastruktur memadai; dan ketersediaan sarana pendukung. 

Beberapa pelabuhan tersebut lebih tepat disebut gateways ports (hub domestik). Belawan memenuhi kriteria lokasi pelabuhan hub internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *