Jejak Hardianto Sukses di Bisnis Interior Mobil

Topreneur.ID – Perjuangan hidupnya tidak gampang. Di usianya yang baru lulus SMP, ia sudah berani mengembara ke Jakarta seorang diri. Hardianto kemudian ‘menitipkan’ dirinya dan bekerja pada sebuah perusahaan pembuatan interior mobil. Dua tahun berselang, ia nekat berubah haluan dengan membangun usaha sendiri. Ajaib, saat ini dirinya telah menjadi bos interior mobil yang telah menangani 70-100 unit mobil mewah per bulan.

Hardianto adalah pria asal Blora, Jawa Tengah, yang saat ini menjadi pemilik usaha Classic Car Interior sebagai pusat jok kulit. Usianya baru menginjak 27 tahun, tapi kematangannya dalam berbisnis sudah tak bisa diragukan lagi. Hardi mengakui, jika sejak kecil memang dirinya bercita-cita ingin menjadi pengusaha di bidang otomotif. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, tanpa sepengetahuan orang tuanya, pasca lulus SMP dirinya langsung mengembara ke Jakarta.

Cerita Hardianto di Jakarta bermula saat dirinya diturunkan mobil truk di kawasan Cengkareng. Tidak ada saudara dan tujuan pasti yang hendak dituju. Takdir kemudian mengantarnya untuk bekerja di perusahaan pembuat aneka jok mobil. “Ya, sejujurnya saya hanya nekat saja. Ke Jakarta saat itu hanya membawa jaket, baju, dan celana. Kalau ingat masa itu, pahit lah,” ucapnya.

Di perusahaan jok mobil Hardi bekerja selama dua tahun dengan gaji pertama sebesar Rp300 ribu. Tahun 2009, dengan melihat peluang yang ada dan pengetahuannya yang mumpuni di bidang modifikasi interior mobil, Hardi kemudian nekat membangun usaha sendiri. Modal untuk memulai usaha adalah gaji terakhir yang diterimanya sekira Rp1,5 juta. “Saya berani melakukan itu karena sudah paham seluk beluk bisnis ini. Dimana cari tukang jahit, bahan kulit jok, dan lain-lain. Untuk promosinya saya gunakan situs web iklan baris Tokobagus.com (sebelum berganti nama menjadi Olx –red). Alhamdulillah, ada juga yang akhirnya menggunakan jasa yang saya berikan. Setiap ada yang order, saya selalu minta DP dulu, dan pengerjaannya dilakukan di rumah konsumen,” sebutnya.

Semua hal yang terkait dengan usaha, dikerjakannya seorang diri olehnya. Dari mencari bahan, menjahit, sampai ke pemasangan jok, dilakukannya sendiri. Di usianya yang masih belasan tahun tersebut, ia berhasil meyakinkan dan memberikan jaminan pada setiap konsumen jika bahan yang dipakai berkualitas dan pengerjaannya dilakukan secara professional.

“Setahun saya melakukan kerja modifikasi interior ini seorang diri. Konsumen saya umumnya dari sekitar Jabodetabek. Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya saya bisa sewa tempat ukuran kecil di Jakarta Pusat dengan bantuan 1 karyawan. Lalu beberapa bulan berikutnya bisa menambah lagi beberapa karyawan. Kala itu untuk pengerjaan 1 unit mobil antara 2-3 hari,” ucap dia.

Dengan mengedepankan kualitas, perlahan usaha yang dirintisnya tersebut makin dikenal khalayak. Meskipun, seperti diakuinya, di bidang tersebut sarat persaingan, tapi berkat kualitas yang diberikan, usahanya masih mampu bertahan. Bahkan, produknya sendiri telah memiliki standar dan kualitas internasional. Hal tersebut dibuktikan dengan dirinya tergabung dalam member IATS (Indonesia Authorized Trimmer Summit) yang merupakan asosiasi perajin interior mobil pertama dan terbesar di Indonesia.

70-100 Unit Mobil Sebulan

Ketika dulu dirinya baru memulai usaha dengan tidak memiliki karyawan, tentu jumlah pekerjaan yang diterimanya juga tidaklah banyak. Diakuinya, kala itu dalam sebulan dirinya hanya bisa mengerjakan maksimal 7 unit mobil. Namun saat ini gerak Hardi semakin lincah, sebab dirinya telah memiliki ‘pasukan’ yang siap mengerjakan setiap order yang masuk. Dengan dibantu 17 karyawan, dirinya kini mampu mengerjakan order antara 3-5 unit mobil sehari. “Kalau dikalkulasi secara bulanan, ya antara 70 sampai 100 mobil yang kami kerjakan.

Sejak beberapa tahun lalu, Hardi memutuskan untuk memindahkan lokasi usahanya ke kawasan Bekasi, Jawa Barat. Di tempat tersebut, saat ini pengerjaan yang terkait dengan modifikasi interior mobil sudah diproduksi secara mandiri. “Sekarang saya sudah punya tenaga ahli di bidang menjahit sampai bongkar-pasang jok. Semua saya produksi sendiri,” tukas Hardi.

Terkait harga, Hardi mengatakan jika harga yang diberikan cukup bervariatif. Hal ini tentunya disesuaikan dengan material bahan baku yang dipilih oleh konsumen. Sebagai gambaran, di Classic Car Interior ini, harga modifikasi interior mobil dipatok mulai dari Rp2 juta sampai Rp45 juta. Hampir semua bahan kulit yang digunakan adalah produk impor dari beberapa negara seperti Jerman, Italia, Austria, dan Thailand.

Menurut Hardi, ia merasakan jika perkembangan usahanya cukup baik. Sebab, beberapa kali bahkan konsumen harus rela waiting list agar tampilan interior mobilnya berubah menjadi lebih mewah. Padahal, tak ada yang dilakukan oleh Hardi selain berpromosi melalui media sosial. “Saya kadang bertanya juga ke konsumen, dia tahu Classic dari mana? Ternyata beberapa di antaranya karena rekomendasi dari orang-orang yang pernah mengganti jok mobilnya di kami,” katanya.

Saat ini Hardi boleh berbangga diri, pasalnya konsumen yang datang bukan hanya dari kawasan Jabodetabek, melainkan juga berbagai kota di seluruh Indonesia. Beberapa order dari luar kota seperti dari Aceh, Medan, Bangka Belitung, Bali, Lampung, Surabaya, sampai Papua. “Nah, untuk order dari luar kota, kami yang harus datang ke lokasi. Rerata mereka puas dengan pekerjaan kami.”

Selain tetap mempertahan kualitas material dan pengerjaan, ia juga banyak melakukan inovasi. Salah satu inovasi yang dilakukan, misalnya, layanan yang terkait dengan desain dan motif. Contohnya, pemilik mobil Alphard ingin agar tampilannya lebih mewah, maka Hardi yang memberikan saran dalam hal warna, jenis kulit yang harus dipakai, dan lainnya. “Meskipun di luar banyak kompetitor yang memasang harga murah, sementara kami keukeuh dengan harga kami yang lebih mahal dengan kualitas yang diberikan, alhamdulillah kami masih menjadi yang terdepan.”

Ke depan ia masih optimis jika pasar di bidang bisnis ini masih besar. Dengan beragam inovasi yang dilakukan, ia bermimpi agar di masa depan Classic bisa dikenal oleh semua kalangan para pemilik mobil. “Saya ingin agar bisnis ini bisa langgeng dan semakin berkah. Dengan pencapaian yang didapatkan sekarang, saya juga sudah sangat bersyukur. Ditambah dengan support dari orang tua, ke depan saya akan tetap komitmen untuk membesarkan usaha ini,” demikian Hardianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *