19 Oktober 2020

KEK Singhasari Unggulkan ‘Heritage and Digital Tourism’

Istimewa

Bagikan:

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Malang, Jawa Timur, memiliki nilai sejarah budaya kerajaan yang tinggi. Terlebih, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berada di wilayah Malang. Keunggulan itu diharapkan bisa memberikan efek berlipat ganda bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

KEK Singhasari yang mencakup luas 120,3 hektare ini diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp11,92 triliun dan bisa menyerap sebanyak 6.863 tenaga kerja hingga 2030. “Dengan adanya KEK Singhasari diharapkan dapat memberikan dampak multiplier dan kami membantu agar pelayanan, baik perizinan atau lainnya, dapat lebih baik dan dapat mendukung terwujudnya KEK dari sisi kebijakan pelayanan publik, sehingga akan mendapat akselerasi dan in line dengan KEK Singhasari,” ujar Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa, saat kunjungan ke KEK Singhasari, Malang, Jawa Timur, Selasa (13/10).

Area yang berada di TNBTS dan bekas wilayah Kerajaan Singhasari ini menjadikannya sebagai keunggulan geostrategis tersendiri sektor pariwisata dengan tema heritage and historical tourism. Konsep KEK disiapkan sebagai pusat pariwisata dan industri kreatif digital dengan mengembangkan platform digital ekonomi.

Kedepannya, pengelola KEK ini juga mengembangkan Singhasari Integrate Digital Ecosystem dimana akan terdiri dari Cloud Center Innovation, Digital Valley, serta Game and Animation Factory. Kawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang terintegrasi. “KEK ini akan menjadi tangible product yang diharapkan mampu melahirkan produk-produk unggulan dan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai the next Silicon Valley of Indonesia,” ujar Diah.

Diah menerangkan Kementerian PANRB mendorong pariwisata digital melalui e-services atau pelayanan publik berbasis elektronik. Diah menjelaskan melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik atau SIPPN, akan terbentuk Portal Digital Informasi Pelayanan Publik yang akan memberikan kemudahan berusaha atau EoDB.

Diharapkan, pengembangan KEK akan menjadi momen kebangkitan perekonomian Indonesia, terutama pasca-pandemi Covid-19. “Kami mendukung pariwisata digital melalui perbaikan kemudahan berusaha melalui bagaimana perizinan bisa lebih efisiensi, transparan, dan akuntabel,” ungkap Diah.

Selain melakukan kunjungan ke KEK Singhasari, Diah juga melakukan audiensi pelayanan publik ke Pjs. Bupati Malang, dimana Diah menyampaikan salah satu hal yang diharapkan, yakni peningkatakan kualitas pelayanan publik. “Kita lihat di Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 ada tujuh prioritas nasional, salah satunya adalah transformasi pelayanan publik. Kami berharap dengan kondisi transformasi ini perlu dan sangat membutuhkan bantuan IT,” harap Diah.

Pada kesempatan tersebut, Pjs. Bupati Kabupaten Malang, Sjaichul Gulam menyampaikan harapan dan upayanya untuk terus mewujudkan pelayanan prima. “Saat ini pelayanan masih terus kami upayakan, kedepan kami harapkan adanya perbaikan dan ada peningkatan,” tutup Gulam.

Kunjungan tersebut dihadiri pula oleh Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama David Santoso, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Kementerian PANRB Noviana Andrina, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang Tomie Herawanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *