20 September 2020

Ketahui 3 Jenis Jas Hujan yang Beredar di Pasaran

jas hujan Masterain/Foto: Dok. Istana Payung

Bagikan:

topreneur.id – Ada beragam jenis jas hujan yang ada di pasaran. Agar berkendara tetap nyaman dan aman, kenali tiga jenis jas hujan tersebut supaya tidak salah memilih.

Johanes Paulus, CEO Istana Payung yang juga memproduksi jas hujan merek Masterain dan Carol mengatakan, di pasaran terdapat tiga jenis jas hujan yang harus diketahui oleh masyarakat.

Pertama, jenis HDPE yang terbuat dari plastik paling tipis yang berfungsi sebagai jas hujan darurat. Kedua, jas hujan berbahan PVC plastik press. Ketiga, jas hujan jenis jahitan yang umumnya berbahan parasut.

“Soal harga, pasti lebih murah jenis HDPE karena terbuat dari plastik tipis. Sementara untuk jenis PVC plastic, cukup murah juga tapi masih kurang kuat. Nah, yang jenis jahitan berbahan parasut (parasut terbaik namanya taslan –red) ini yang paling bagus tapi harganya lebih mahal,” jelas Johanes.

Terkait modelnya, kata Johanes juga terdapat tiga model jas hujan, yakni raincoat, ponco, dan model setelan (baju dan celana). Model raincoat ini umumnya dipakai untuk para pejalan kaki atau para petugas seperti polisi yang bertugas di saat hujan. Lalu, model ponco yang masih digandrungi oleh para bikers terutama ojek online karena kepraktisannya.

Masterain dan Carol sendiri terbuat dari bahan parasut taslan yang dijahit dan di-press. Dengan metode tersebut, sehingga jahitan menjadi kuat dan tidak rembes air.

Bahan parasut taslan sendiri memiliki keunggulan tidak panas saat dipakai, sebab bahannya seperti kain. Hanya saja jika hujan sangat deras, bahan menjadi sedikit lembab. Untuk itulah diperlukan perawatan dengan menjemurnya setelah digunakan.

“Bahan parasut ini aman dijemur, berbeda dengan bahan PVC yang kalau dijemur bisa mengeras dan getas,” ungkapnya.

Johanes merinci lagi, yang perlu diperhatikan oleh pengendara roda dua dalam memilih jas hujan model setelan adalah di bagian tengah celananya. Sebuah kesalahan besar jika membuat jas hujan celana dibuat model celana.

“Harusnya diberi space lagi di bagian tengah celananya  sehingga tidak mudah robek,” tutup Johanes. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *