30 November 2020

Kolabodrex, Semangat Tumbuhkan Kolaborasi Generasi Muda

Bagikan:

TOPRENEUR.ID – Bodrex, merek obat analgesik nomor satu untuk mengatasi sakit kepala di Indonesia selalu berupaya untuk menghadirkan inisiatif-inisiatif agar lebih dekat dan terlibat dengan seluruh kalangan masyarakat, tak terkecuali generasi muda.

Melalui kegiatan #kolabodrex, bodrex bekerjasama dengan tiga pionir street style di Indonesia, yakni Never Too Lavish, Urban Sneaker Society, dan Stayhoops untuk membuat produk streetwear orisinal yang terinspirasi dari nilai-nilai bodrex dan diproduksi secara terbatas. Produk tersebut dipamerkan di Jakarta Sneaker Day 2019, salah satu gelaran streetwear dan sneaker tahunan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan pada 7 – 9 Februari 2019.

Sebagai merek asli Indonesia, bodrex bertekad untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga generasi muda terhadap produk lokal. Dior Garnusa, Digital Marketing Manager PT Tempo Scan Pacific Tbk. mengungkapkan, “Kami melihat ketertarikan anak muda terhadap produk orisinal dan dibuat secara terbatas semakin besar. Belakangan, generasi muda masa kini bangga menggunakan produk lokal. Kami melihatnya sebagai apresiasi pemuda Indonesia pada produk lokal untuk turut serta mendorong industri kreatif di Indonesia. Oleh karenanya, kolaborasi antar merek lokal pun kerap dilakukan oleh penggiat industri kreatif untuk menghasilkan produk yang unik dan khas.”

Berangkat dari tren yang terjadi, bodrex terinspirasi untuk berkolaborasi dengan merek lokal yang memiliki kesamaan nilai dan spirit dengan bodrex. “Lewat #kolabodrex kami ingin membangun semangat kolaborasi, yakni menyatukan gagasan dan kreativitas tanpa menghilangkan identitas dari masing-masing merek. Sehingga menghasilkan produk unggulan berkualitas dan dapat diterima masyarakat luas, khususnya anak muda,” imbuh Dior.

Semangat kolaborasi generasi muda ini sejalan dengan kondisi jumlah penduduk usia 16 – 30 tahun yang mencapai 63,82 juta jiwa pada 2018 yang merupakan motor penggerak ekonomi Indonesia, utamanya ekonomi kreatif. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi kreatif yang hingga tahun 2018, memberikan sumbangan PDB sebesar Rp 1.041 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 18,2 persen.

Meningkatnya ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya sektor fesyen juga dipengaruhi dengan makin besarnya antusiasme generasi muda terhadap produk streetwear. Jeffry Jouw, Co-Founder Urban Sneaker Society menjelaskan, “Beberapa tahun terakhir, streetwear sangat digemari oleh anak muda Indonesia. Kejenuhan mereka terhadap gaya berpakaian sehari-hari yang formal dan seragam menjadi pencetus untuk bereksperimen dengan street style yang lebih kasual dan independen. Akses informasi yang tak terbatas serta maraknya pameran produk streetwear yang selalu ramai dikunjungi anak muda, menjadi indikator tingginya minat terhadap tren dan produk streetwear, baik produk buatan luar negeri maupun lokal. Tren tersebut memberikan efek positif bagi perkembangan merek-merek lokal yang menciptakan karya independen ataupun hasil kolaborasi yang berkualitas. Hal ini tentu sangat membanggakan dan bisa membantu pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *