Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan periode 2017-2019. Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan penetapan tersangka tersebut pada Selasa, 8 Juli 2025. Namun, identitas keempat tersangka masih dirahasiakan. KPK saat ini tengah menunggu perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Penetapan Tersangka dan Penyelidikan Lanjutan
Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa proses penghitungan kerugian negara masih berlangsung. KPK bekerja sama dengan BPKP dan ITB untuk memastikan ketelitian perhitungan tersebut. Proses ini penting sebelum tahap selanjutnya dalam proses hukum.
Proses penyidikan kasus ini berlanjut berdasarkan bukti-bukti baru yang ditemukan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa penyidik tengah menelusuri aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat. Upaya untuk melacak pihak-pihak yang menikmati hasil korupsi juga terus dilakukan.
Penggeledahan dan Temuan Bukti
Sebelumnya, pada 13 September 2023, KPK telah melakukan penggeledahan di kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lamongan serta Pendopo Rumah Dinas Bupati Lamongan. Penggeledahan tersebut menghasilkan sejumlah berkas penting yang diamankan dalam koper.
Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa penggeledahan di rumah dinas Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, berkaitan dengan dugaan korupsi pembangunan gedung. Proyek pembangunan gedung tersebut dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lamongan. Bukti-bukti yang ditemukan dalam penggeledahan menjadi dasar penetapan tersangka.
Kerugian Negara dan Langkah Selanjutnya
Proses penghitungan kerugian negara menjadi hal krusial dalam kasus ini. Angka kerugian negara akan menentukan besaran tuntutan yang diajukan oleh KPK kepada para tersangka. Kerja sama dengan BPKP dan ITB menjamin keakuratan perhitungan kerugian negara tersebut.
Setelah perhitungan kerugian negara selesai, KPK akan mengumumkan identitas keempat tersangka. Proses hukum akan berlanjut dengan tahapan penyidikan, penuntutan, hingga persidangan. KPK berkomitmen untuk mengungkap seluruh aktor yang terlibat dan memastikan keadilan ditegakkan. Kasus ini menjadi contoh komitmen KPK dalam memberantas korupsi di sektor pembangunan infrastruktur.
Meskipun belum diungkap identitasnya, penetapan empat tersangka menunjukkan keseriusan KPK dalam menangani kasus ini. Publik menantikan transparansi dan akuntabilitas penuh dalam proses hukum selanjutnya. Diharapkan, pengungkapan kasus ini dapat memberikan efek jera dan mencegah terjadinya korupsi serupa di masa depan. Proses hukum yang adil dan transparan akan menjamin kepercayaan publik terhadap lembaga anti-korupsi.







