19 September 2020

Lailatul Qadr, Malam yang Lebih Baik dari 1.000 Bulan. Apa Tandanya?

Bagikan:

TOPRENEUR.id – Lailatul Qadar yang hanya ada pada bulan Ramadan. Disebutkan dalam Al-Qur’an, Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. 

Terkait Lailatul Qadar, telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam beberapa riwayat.

Sebagaimana dikatakan oleh Ubay bin Ka’b pada hadits, “Dengan tanda yang pernah Rasulullah kabarkan kepada kami, yaitu (matahari) terbit (pada pagi harinya) tanpa sinar (yang terik).”

Diterangkan juga dalam hadits Ibnu Abbas, ia berkata:  “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang (tanda-tanda) Lailatul Qadr: “Malam yang mudah, indah, tidak (berudara) panas maupun dingin, matahari terbit (di pagi harinya) dengan cahaya kemerah-merahan (tidak terik).” 

Selain itu, terkait tanda-tanda Lailatul Qadar juga diriwayatkan dalam hadits Jabir bin Abdillah, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya aku pernah diperlihatkan (bermimpi) Lailatul Qadr. Kemudian aku dibuat lupa, dan malam itu pada sepuluh malam terakhir. Malam itu malam yang mudah, indah, tidak (berudara) panas maupun dingin” 

Demikian pula dijelaskan dalam hadits Ubadah bin Ash Shamit, ia berkata:

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Lailatul Qadr (terjadi) pada sepuluh malam terakhir. Barangsiapa yang menghidupkan malam-malam itu karena berharap keutamaannya, maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang. Dan malam itu adalah pada malam ganjil, ke dua puluh sembilan, dua puluh tujuh, dua puluh lima, dua puluh tiga atau malam terakhir di bulan Ramadan.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya tanda Lailatul Qadr adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadr adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *