Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Livienne Russellia: Dari Bisnis Kue Kering sampai Dirikan Perusahaan Kosmetik

4 min read

Foto: istimewa

Read Time4 Minutes, 19 Seconds

TOPRENEUR.id – Kerja keras sudah dilakukannya sejak masa kuliah di Pontianak. Ketika itu ia kuliah sambil bekerja pada sebuah perusahaan di kota tersebut. Sukses adalah mimpinya sejak dulu yang  kemudian diwujudkannya lewat PT Cakra Daya Makmur yang sejak 14 tahun lalu concern pada bidang kosmetik dan perawatan kulit.

Namanya Livienne Russellia, wanita kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, 4 Maret 1976 ini sejak remaja kerja kerasnya sudah tak bisa diragukan lagi. Salah satu yang dilakukannya pada masa kuliah Diploma 3 di STIE Widya Dharma Pontianak, misalnya, ia harus rela bangun pagi demi segudang aktivitasnya. “Saat masih tinggal di Pontianak, saya pernah bekerja di perusahaan otomotif sebagai staf administrasi kredit dan sales counter selama 2 tahun. Selain itu, saya juga harus bisa bangun jam 5 pagi, karena  ada les bahasa Mandarin. Setelahnya berangkat ke kantor dan malam harinya kuliah. Nah, terkait pekerjaan ini, saya juga pernah menjadi tenaga administrasi di perusahaan kopi selama satu tahun,” ucap Livienne.

Sikap, integritas, dan keinginan yang membara untuk sukses ini, diakuinya, terinspirasi dari Thomas Dave, pemilik Wendy’s asal Amerika Serikat. Demi impiannya meraih sukses, pasca tamat kuliah pada 1997, Livienne pun mengembara ke Jakarta untuk melanjutkan studi S1 di Universitas Timbul Nusantara (IBEK) hingga berhasil menggondol gelar sarjana pada 1998. “Setelah tamat kuliah saya langsung menikah. Dalam tiga tahun pasca menikah itu saya sama sekali tidak bekerja. Lalu, masuk di tahun 2001 disitulah saya mulai lagi bekerja paruh waktu sebagai agen asuransi. Kala tu ada beberapa pekerjaan yang saya tekuni seperti  menyuplai sarung tangan dan kain majun untuk industri, membuat kue kering, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Semua pekerjaan itu dilakukannya dengan sungguh-sungguh dan tulus. Hidup di kota besar dengan belum banyak pengalaman, membuatnya harus terus memupuk kemampuan agar  bisa tetap bertahan. “Ya, semua sayakerjain. Kala itu kondisi ekonomi juga bisa dibilang pas-pasan. Sebab, kami pun masih kontrak rumah. Saya berpikir menjadi tenaga lepas adalah pilihan karena tidak terikat dengan waktu, sementara itu saya juga tetap bisa mengurus rumah tangga,” tuturnya.  

Hasil kerja kerasnya mulai terlihat. Setahun kemudian Livienne sudah bisa mendirikan perusahaan sendiri bernama PT Cakra Daya, perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi produk-produk impor kecantikan dan perawatan diri. Untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman seputar dunia kecantikan, ia kembali kuliah S2 Farmasi Kosmetika di Universitas Pancasila. Sementara untuk menunjang manajemen bisnisnya, ia juga mengambil kuliah S2 Manajemen di Universitas Tarumanegara. 

Pasang Surut Bisnis

Didaulat menjadi Direktur Utama PT Cakra Daya sejak 14 tahun silam, banyak hal yang pernah dialaminya. Salah satu yang tak pernah dilupakannya, misalnya, pada tahun 2006-2008, perusahaannya sempat vakum. Diakui Livienne, hal ini lebih disebabkan karena  adanya regulasi pemerintah  yang ketat untuk pembatasan produk impor. “Sejak berdiri pada tahun 2002, awalnya kami memang menjadi salah satu distributor produk impor food and baverage, personal care, dan lainnya. Karena masalah tersebut, sejujurnya saya sempat down juga,” tukas wanita yang hobi travelling ini.

Namun daya juangnya masih tetap menyala. Ditengah kondisi yang serba sulit, ia tetap yakin jika selalu ada peluang di tengah keterpurukan. Oleh sebab demikian, tantangan yang hadir tersebut dihadapinya dengan tenang dan penuh perhitungan. Livienne pun berani mengambil risiko demi memajukan bisnis ini. “Tahun 2008 itu bisnis saya benar-benar lesu. Sebagai langkah penyelamatan, akhirnya saya berubah haluan untuk menjadikan perusahaan ini sebagai produsen produk kecantikan dan personal care.Di tahun itu pula, lalu lahirlah PT Cakra Daya Makmur yang lebih fokus pada bidang kosmetik dan produk perawatan diri (personal care),” ujarnya lagi.

Di bawah bendera perusahaan baru inilah ia kembali merangkai mimpi. Livienne mulai mengurus perizinan, merekrut tenaga ahli, membangun pabrik, hingga membangun jaringan distributor di berbagai wilayah. Sebagai seorang pimpinan, ia pun terkadang bekerjaovertime. Hasilnya, dalam waktu kurang dari dua tahun, ia sudah dapat memetik hasilnya.

Kini, Livienne tercatat sebagai salah satu perempuan yang membidani lahirnya berbagai produk kecantikan danpersonal care lokal. Cita-citanya adalah ingin membuat perempuan Indonesia selalu tampil cantik dengan produk dalam negeri. Produknya, Vienna, menjadi salah satu merek produk perawatan tubuh yang saat ini hadir di Tanah Air. Di antara produknya seperti goat’s milk body soap, body lotion and shower cream (lulur, body lotion, dan sabun mandi susu kambing) yang diminati masyarakat. Semua produk kecantikan dan perawatan tubuh sudah mendapat sertifikasi dan izin peredaran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal dari MUI.

Selain itu, perusahaannya juga sudah memperoleh International Organization for Standardization (ISO) sebagai Good Manufacturing Practices Cosmetic dari Societe Generale de Surveillance (SGS) Holding. SGS merupakan perusahaan terkemuka di dunia inspeksi, verifikasi, pengujian, dan sertifikasi perusahaan. “Untuk produk lokalpersonal care seperti goat’s milk body scrub (lulur), goat’s milk body lotiongoat’s milk shower cream (sabun mandi cair) dan lainnya, kami yang pertama di Indonesia yang memproduksinya,” ungkapnya bangga. Sebagai langkah ekspansi bisnis yang dilakukannya, pada tahun 2014 lalu, ia juga mendirikan PT Vienna Beauty Company sebagai distributor produk kosmetik dan produk perawatan diri dari beberapa negara.

Livienne yang juga aktif di Asosiasi Kosmetik PPAK ini mengatakan jika keberhasilannya dalam meniti karier sebagai entrepreneur tidak terlepas dari sifat yang melekat dalam dirinya sejak masih belia. Diakuinya, integritas merupakan salah satu kunci utamanya dalam meraih kesuksesan. “Kalau kita mau berkarier atau merintis usaha, tentunya kita harus punya integritas diri. Integritas itu, misalnya, bertindak konsisten, jujur, bertanggung jawab, dan ikhlas,” pungkasnya.    

0 0

About Post Author

Redaksi

Editor
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *