M. Hasan Gaido, Ingin Ciptakan Satu Juta Pengusaha Baru

Topreneur.id – Pengusaha nasional M. Hasan Gaido, dengan sederet portofolio bisnis yang dilakukannya, kini ia ingin lebih fokus untuk melahirkan para pengusaha baru di Indonesia. Untuk menularkan virus wirausaha, ia pun tercatat menjadi dosen tamu di beberapa perguruan tinggi.

Yang menarik, untuk menjadikannya sebagai pengusaha, karyawan level bawah sekalipun bisa diangkat menjadi direktur. “Saya menjalankan bisnis tidak sendirian. Manajenem diberikan share (saham), konsepnya syariah. Dia bukan lagi karyawan, tapi manajemen sekaligus pemilik di perusahaan ini,” ucapnya.

Menurut Hasan, di kalangan mahasiswa, pilihan menjadi pengusaha itu awalnya tidak ada dalam pikiran para mahasiswa. Lalu, ketika dirinya mengajar, ia ubah terbalik, dimana berwirausaha dijadikan sebagai prioritas utama dan profesi lainnya berada di belakangnya.

“Jumlah pengusaha di Indonesia ini masih sangat terbatas. Bagaimana agar jumlahnya bisa di atas 2,5%? Ini adalah tantangan sekaligus peluang untuk membuat konsep dan mengkaderkan satu juta pengusaha baru di Indonesia. Ya, targetnya satu juta pengusaha baru!” ujar dia.

Diakuinya, saat ini sudah semakin banyak orang yang termotivasi untuk menjadi seorang pengusaha. Hanya saja, ia melihat ada dua tipe pengusaha yang sekarang muncul. Pertama, the real entrepreneur, yaitu pengusaha yang hadir karena opportunity yang ada, bukan karena yang lainnya.Kedua, menjadi pengusaha karena keberadaan.

“Karena dia wartawan, misalnya, dia lalu bangun perusahaan media. Dia punya rumah dan garasi, daripada nganggur, lalu dia pakai buat warung. Inilah yang banyak terjadi saat ini.”

Bicara bisnis adalah bicara tentang peluang. Dengan kata lain, kalau memiliki sebuah produk, siapa yang akan membeli produk tersebut? Indonesia dengan 34 provinsi dan 265 juta penduduk, itu adalah peluang yang begitu besar.

“Ini adalah peluang yang bisa kita maksimalkan. Di grup kami sendiri, saya melihat, ke depan, perusahaan yang memiliki potensi baik seperti perbankan, energi, dan properti. Pasarnya cukup bagus,” akunya.

Dengan bukti sukses yang telah diraihnya, Hasan memberikan sejumlah kiat sukses yang bisa dijalani oleh para calon pengusaha di Tanah Air. Antara lain, spirit nasionalisme dan patriotisme yang harus dibangun. Lalu, dia juga mentalnya harus siap jadi pengusaha. “Change mindset today, not tomorrow! Peluang jadi pengusaha nasional itu selalu menarik dan terbuka, berapapun modal yang dimiliki. Siapapun berkesempatan untuk menjadi pengusaha,” ujar ayah 4 anak ini.

Hasan mengingatkan, tidak ada perusahaan besar tanpa melewati kegagalan. Oleh sebab demikian, mental pengusaha itu menjadi penting. “Ketika gagal, tidak usah lah cerita-cerita. Gagal itu bukanlah kegagalan, melainkan ujian dan tantangan. Ditipu, misalnya, itu adalah bagian dari proses yang harus kita lalui. Kalau Anda jatuh, bersikaplah biasa, tinggal bangkit lagi. Ketika Anda rugi, ya jangan alay. Mental kita harus benar-benar siap.”

Agar menjadi sukses, dibutuhkan peran kedisiplinan dalam hidup. Baginya, disiplin adalah hal yang mutlak dan menjadi faktor kesuksesan seseorang. 

Selebihnya, beberapa faktor yang lain, di antaranya kemauan yang kuat, sabar, fokus pada tujuan, tidak mudah sedih kalau dihina, dan tidak mudah bangga kalau dipuja.  “Menjadi seorang pengusaha itu harus gigih, fokus, disiplin, dan ikhlas dalam menjalaninya,” tandas Hasan.

Hasan Gaido mendesain bisnisnya secara mandiri dalam sistem triangle, yakni Divisi Sales & Marketing, Divisi Operational & Produk, dan Divisi Administration & Finance. Selain itu, dirinya juga mengembangkan lima pilar bisnis berupa perencanaan yang matang, target yang jelas, strategi yang ampuh, teamwork, dan smart personal. “Hal tersebut yang menjadi kekuatan saya sekaligus mendorong perkembangan bisnis Gaido.”

Saat ini Gaido Group telah memiliki 16 unit usaha dengan lebih dari 20 brand yang dikembangkan. Dengan kinerja yang baik, omzet dan asset pun terus merangkak naik. Hasan menyebut, dari modal awal sekira Rp300 juta, perlahan naik menjadi Rp500 juta, lalu Rp1,2 M dan saat ini assetnya ditaksir mencapai Rp60 M.Menyambut perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke—100 pada 2045, Hasan Gaido mencita-citakan untuk membangun Indonesia sebagai sentral ekonomi syariah dunia. Sebagai inisiator, ia sudah mendialogkan hal ini dengan berbagai pihak. Pemerintah pun telah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) melalui Peraturan Presiden (Perpres) No.91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah.

“KNKS ini sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi sentra ekonomi syariah dunia,” demikian Hasan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *