Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Madeena Skin Clinic, Harga Minimal Layanan Maksimal

2 min read
Read Time1 Minute, 52 Seconds

TOPRENEUR.id – Industri kecantikan di Indonesia terus bertumbuh. Pasar yang masih besar menjadikan bisnis ini begitu diminati. Salah satunya Madeena Skin Clinic yang dikembangkan oleh dr Henny Adnan.

Diakui Henny, awalnya ia mengembangkan usahanya tersebut lantaran melihat segmentasi pasar Muslimah di Indonesia yang masih terbuka lebar. Namun, dirinya belum melihat pelaku usaha yang benar-benar fokus untuk menciptakan layanan yang halal dan natural.

“Sejak awal konsepnya memang sebagai klinik muslimah. Di Indonesia klinik yang secara khusus membidik segmen ini masih sangat jarang,” ujar dr Henny, yang memulai usahanya sejak awal 2017.

Dalam pengembangan usahanya, ia melakukan berbagai diferensiasi, salah satunya harganya yang terjangkau. Marketnya yang akan disasar juga jelas: menengah ke bawah.

“Jadi, sebenarnya tujuannya bukan semata bisnis. Tapi mengedukasi masyarakat bagaimana mendapatkan layanan berkualitas dengan pengawasan dokter kulit, tapi dengan harga minimalis,” sebutnya.

Sejak 2017 pergerakan bisnisnya juga semakin terlita. Buktinya, hingga akhir 2019 ini dirinya bakal membuka hingga 8 outlet yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air.

“Yang sudah berjalan baru 5 outlet. Sampai akhir tahun bakal buka 3 outlet di Medan, Bekasi, dan Surabaya. Pada 2020, mudah-mudahan jumlah outlet akan menjadi 10,” terangnya.

Konsep pengembangan dalam menjaring para mitranya, ia menggunakan join investment. Terkait hal ini, dr Henny punya alasan.

“Selama ini kan orang kalau beli franchise banyak yang masih takut ditinggal oleh franchisor. Saya coba luruskan hal ini dengan menghadirkan kerjasama yang baik. Dengan join investment, risiko ditanggung bersama,” ungkapnya.

Lalu, berapa investasi untuk membuka satu klinik? “Investasinya sebesar Rp1,5 M. Peralatan sih yang paling mahal.”

Dengan investasi cukup besar, berdasarkan pengalamannya selama ini, omzet yang dibukukan pun cukup menjanjikan.  “Rata-rata omzet per bulan dari tiap outlet antara Rp250—Rp400 juta. Ya, bersihnya sekira 60 persenan,” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu tantangan dalam bisnis ini adalah man power. Sebab, mencari SDM berkualitas itu bukanlah perkara yang mudah. Namun sejauh ini tantangan ini bisa dilewatinya dengan baik.

Ke depan, dr Henny akan terus melakukan inovasi untuk pengembangkan kliniknya. Ia menargetkan, setidaknya pertumbuhan omzet setiap tahun dari outlet-outletnya mencapai angka 10 persen.

“Pelayanan yang pasti akan semakin diutamakan. Di kami juga ada tindakan medis yang aman semisal filler dengan bahan aman dan halal. Ada laser yang juga digemari oleh para muslimah. Meski segmentasi kami untuk kalangan menengah ke bawah, tapi yang datang banyak juga dari kelas menengah atas,” demikian dr Henny.

2 0

About Post Author

Redaksi

Editor
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *