27 November 2020

Mau Jadi Barista? Ini Lokasi Seni Meracik Kopi di Depok

Foto: Ist

Bagikan:

TOPRENEUR.ID – Salah satu hal yang harus dikuasai dalam menjalankan bisnis kafe adalah keterampilan dalam meracik kopi. Ini menjadi salah satu hal terpenting, sebab inilah yang menjadi nilai jual sebuah kafe.

Salah satu kedai kopi yang juga memberikan pelatihan barista adalah Fulcaff yang berlokasi di kawasan Depok, Jawa Barat.

Syaiful Bari, owner kedai kopi Fulcaff menerangkan jika kedai yang berdiri sejak 2010 ini tidak hanya menjual kopi, tapi juga menyebarkan seni dalam meracik kopi lewat kursus barista yang dijalaninya sejak dua tahun lalu.

Training barista pun merupakan progress dari bisnisnya. Hal ini dikarenakan banyaknya permintaan dari konsumennya yang ingin belajar meracik kopi darinya.

“Awalnya kami hanya produksi kopi yang kami jual dari 100 gram sampai 1 kg. Lalu berkembang menjadi kedai kopi, dan kami juga waralabakan dengan 16 booth,” katanya.

Dua tahun lalu kami buka kursus, itu bagian dari progress usaha yang akan terus berkembang lagi. Saya melihat jika peluang usaha ini masih bagus. Faktanya, kedai-kedai kopi terus bertumbuh. Hal ini lebih disebabkan oleh makin banyaknya penikmat dan peminum kopi.

Syaiful berkomitmen untuk tetap konsisten di bisnis kopi. Dirinya memilih bukan di posisi sebagai petani kopi, tapi lebih memilih di posisi sebagai processing taste sampai finishing taste.

Di kedainya ia mengembangkan konsep wisata kopi dengan kopi sebagai objeknya. Sebab, di kedainya tersebut ada sekitar 24 varian kopi lokal, di antaranya bali kintamani, gayo aceh, lintong, toraja, sunda hejo, sampai flores bajawa.

Tak hanya itu, sebagai sebuah wisata kopi, cara peracikan pun beragam. Setidaknya, ada 14 metode penyeduhan yang menghasilkan beragam rasa berbeda.

“Ya, ada banyak metode penyeduhan. Espresso saja, misalnya, di kami ada lima metode. Kopinya gayo, wisatanya mau diseduh dengan metode apa? Inilah konsep bisnis yang saya bidik. Dan, cara penyeduhan ini sangat berpengaruh pada rasa yang dihasilkan meskipun jenis kopinya sama.”

Nah, semua tentang pembuatan kopi sampai ke penyajian inilah yang dipelajari dalam kursus kilat menjadi barista.

Diakui Syaiful, saat ini ada beberapa kelas training yang dilakukannya, di antaranya manual espresso class, espresso machine class, manual brewing class, manual brewing pro, latte art class, dan coffe shop class.

“Setiap bulan itu ada kelas kelompok dan private, dimana yang kelompok diikuti maksimal 5 orang. Dalam sebulan kami bisa buka kelas kelompok hingga 5 kelas, sehingga dalam sebulan alumni kami ada sekitar 15-25 orang,” katanya.

Adapun terkait dengan biaya, kursus barista ini dibanderol dari mulai Rp 2 juta sampai Rp 8 juta untuk kelas coffe shop selama 4 hari. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *