25 November 2020

Menatap Prospek Bisnis Logistik 2019

Foto: ist

Bagikan:

TOPRENEUR.ID – Bisnis logistik semakin terkerek seiring dengan tumbuhnya bisnis online. Zaroni dari Supply Chain Indonesia menyebutkan, tingkat pertumbuhan bisnis ini dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan di atas GDP, yaitu CAGR (compound annual growth rate) antara 13% sampai 15% per tahun.

Mengacu pada studi yang dilakukan oleh lembaga riset seperti Frost & Sullivan, ukuran pasar sektor ini pada tahun 2018 diestimasikan tidak kurang dari Rp2.685 triliun, atau mengalami pertumbuhan 15,2% dari tahun 2017.

Memasuki tahun 2019, dengan tensi persaingan yang semakin ketat, penyedia jasa pengiriman harus terus berupaya memberikan jasa layanan yang lengkap, cepat, aman, terintegrasi, dan menjawab kebutuhan pelanggan. Sebab, keunggulan kompetitif bisnis logistik terletak pada kemampuan memberikan solusi atas permasalahan logistik yang dihadapi para pelanggan. 

Menurut Zaroni, penguatan value proposition dapat dilakukan dengan beberapa strategi inisiatif, seperti pengembangan layanan yang berorientasi kepada kualitas dan harga yang bersaing, pengembangan jaringan pelayanan yang luas, dimana perusahaan perlu membuka pasar secara agresif baik domestik maupun regional.

“Kuatnya posisi di pasar domestik juga harus didukung oleh pasar regional. Oleh karena itu, pengembangan wilayah pelayanan regional juga menjadi prioritas strategi dalam memiliki jaringan pelayanan yang luas,” sebutnya.

Perusahaan penyedia jasa logistik juga dipandang perlu mengembangkan jasa layanan yang akan semakin menguatkan perusahaan sebagai penyedia jasa logistik terpadu atau third party logistic. Jasa layanan akan terdiri dari jasa layanan dasar (bertumpu pada warehousing dan transportation), maupun jasa layanan terintegrasi (end-to-end services). Bahkan ke depan perusahaan harus  meningkatkan kompetensi dan mulai membangun citra sebagai perusahaan fourth party logistic (4PL) di Indonesia.

“Di era ini penting melakukan peningkatan penggunaan brand image. Terkait hal ini, nilai yang perlu ditonjolkan ialah keamanan bermitra dan jangkauan pelayanan. Selanjutnya, penting untuk meningkatkan reputasi. Reputasi menjadi kunci pilihan konsumen untuk menggunakan jasa pengiriman yang ditawarkan. Reputasi yang paling baik ialah dengan rekam jejak keberhasilan pelayanan yang pernah dilakukan,” katanya.

Selain itu, perusahaan perlu mengembangkan organisasi untuk mencapai standar nasional maupun global (seperti: ISO) dan meningkatkan reputasi melalui penghargaan yang tersedia umum di industri, seperti penghargaan dari Asosiasi Logistik, dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *