Kematian seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), yang disebut sebagai ADP, masih menjadi misteri. Kepolisian Sektor Menteng tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kematiannya. Proses pemeriksaan saksi dan analisis rekaman CCTV masih berlangsung untuk mencari petunjuk.
Tiga saksi telah dimintai keterangan. Mereka adalah pemilik kos, penjaga kos, dan salah seorang saudara ADP. Informasi yang dikumpulkan dari para saksi dan rekaman CCTV diharapkan dapat membantu mengungkap kronologi kejadian.
Malam Terakhir ADP: Aktivitas Sebelum Kematian
Rekaman CCTV menunjukkan ADP terlihat terakhir kali pada Senin malam pukul 22.30 WIB. Ia terlihat makan di salah satu ruangan kosannya.
Setelah makan, ADP keluar untuk membuang sampah. Hal ini dikonfirmasi oleh penjaga kos yang sempat bertegur sapa singkat dengan ADP.
Penjaga kos menyatakan ADP hanya mengucapkan salam singkat, “Ayo, Mas,” sebelum melanjutkan aktivitasnya. Percakapan singkat ini menjadi salah satu informasi penting bagi polisi dalam penyelidikan.
Komunikasi Terakhir dengan Istri
ADP juga sempat berkomunikasi dengan istrinya yang sedang berada di Yogyakarta. Ia tinggal sendirian di kos tersebut.
Komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Istri ADP membenarkan bahwa percakapan berlangsung normal tanpa ada tanda-tanda mencurigakan.
Setelah komunikasi tersebut, istri ADP tidak lagi dapat menghubungi suaminya. Ketidakmampuan menghubungi suaminya di pagi hari membuat istri ADP merasa cemas dan akhirnya menghubungi penjaga kos.
Penemuan Jenazah dan Kondisi Terakhir
Istri ADP menghubungi penjaga kos karena tidak dapat menghubungi suaminya. Penjaga kos kemudian memeriksa kamar kos ADP.
ADP ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi tergeletak di atas kasur. Kondisi yang paling mencolok adalah kepalanya terbungkus lakban isolasi.
Penemuan jenazah dalam kondisi kepala terbungkus lakban memicu kecurigaan dan memperluas cakupan penyelidikan. Olah tempat kejadian perkara (TKP) pun dilakukan untuk mencari bukti dan petunjuk lainnya.
Polisi masih belum bisa memastikan penyebab kematian ADP. Hasil autopsi dan analisis forensik lainnya masih ditunggu untuk memastikan penyebab kematian dan kemungkinan adanya tindak kriminal. Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap seluruh fakta yang ada.
Investigasi ini menyoroti pentingnya keamanan dan pengawasan di tempat tinggal, khususnya bagi mereka yang tinggal sendiri jauh dari keluarga. Semoga penyelidikan kepolisian segera membuahkan hasil yang dapat memberikan kepastian dan keadilan bagi keluarga ADP. Dukungan dan kesabaran masyarakat sangat dibutuhkan selama proses penyelidikan berlangsung.







