Misteri Telaga Ngebel: Ikan Mati Massal, Air Berubah Kuning

Redaksi

Misteri Telaga Ngebel: Ikan Mati Massal, Air Berubah Kuning
Sumber: Kompas.com

Ribuan ikan nila mati mendadak di Telaga Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur. Kejadian ini mengakibatkan kerugian puluhan juta rupiah bagi para pembudidaya ikan di sana. Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 9 Juli 2025, ini menimbulkan keprihatinan dan pertanyaan tentang penyebabnya.

Para pembudidaya melaporkan kematian ikan secara tiba-tiba. Ikan-ikan yang mati berukuran 3-4 gram dan berusia sekitar 4 bulan.

Kerugian Puluhan Juta Rupiah Menimpa Pembudidaya Ikan

Hadi Santoso, salah satu pembudidaya, mengungkapkan kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah. Ia menduga gas belerang sebagai penyebab kematian massal ikan nila di kerambanya.

Dwi Prasetyo, pembudidaya lain, juga mengalami kerugian serupa. Ribuan ikannya yang siap panen mati mendadak. Ini menimbulkan kerugian besar karena biaya benih, pakan, dan tenaga kerja yang telah dikeluarkan.

Dugaan Fenomena Upwelling sebagai Penyebab Kematian Ikan

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo menduga fenomena upwelling sebagai penyebab utama kematian ribuan ikan nila tersebut.

Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (PKHP) Dispertahankan Ponorogo, Siti Barokah, menjelaskan bahwa upwelling ditandai dengan perubahan warna air telaga menjadi lebih kuning atau gelap.

Proses upwelling merupakan pergerakan air hangat dari dasar telaga ke permukaan. Perubahan cuaca ekstrem, seperti angin kencang dan suhu udara yang sangat tinggi, terutama saat pergantian musim, sering memicu fenomena ini.

Mekanisme Upwelling dan Dampaknya pada Ikan

Air hangat yang naik ke permukaan membawa material dari dasar telaga, termasuk belerang dan amonia. Amonia merupakan sisa metabolisme flora dan fauna di dasar telaga.

Kenaikan kadar belerang dan amonia di permukaan air dapat menyebabkan kematian massal ikan. Ini karena zat-zat tersebut bersifat toksik bagi kehidupan ikan.

Imbauan untuk Pencegahan Kerugian di Masa Mendatang

Siti Barokah menekankan pentingnya pemahaman para pembudidaya tentang fenomena upwelling. Ia menyarankan agar pembudidaya lebih waspada dan proaktif.

Pembudidaya diimbau memanen ikan lebih awal jika mendeteksi perubahan warna air telaga. Hal ini dapat meminimalisir kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

Peristiwa kematian ikan nila di Telaga Ngebel menjadi pelajaran berharga. Pemantauan kondisi cuaca dan lingkungan perairan sangat penting. Kesiapsiagaan para pembudidaya juga krusial untuk mengurangi risiko kerugian akibat fenomena alam seperti upwelling. Semoga kejadian ini mendorong upaya mitigasi yang lebih baik ke depannya.

Also Read

Tags

Topreneur