Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Modal Kepercayaan, Pria ini Sukses di Bisnis Percetakan

3 min read

Foto: istimewa

Read Time3 Minutes, 26 Seconds

Tak ada modal bukan alasan untuk tidak memulai berbisnis. Sebab, tanpa modal sekalipun, bisa sukses dalam menjalankan sebuah bisnis. Seperti Lesna, modal awalnya hanya kepercayaan dari konsumennya. Kini dengan bendera Lesna Printing, dirinya terus berkibar di industry percetakan Tanah Air.

Lesna Purnawan, pria asal Wonogiri, Jawa Tengah ini memulai usahanya saat masih kuliah pada 2010. Meskipun, sebetulnya, di saat dirinya masih duduk di bangku SMA, ia juga sering diminta jasanya untuk urusan cetak-mencetak. Ada yang memintanya membuatkan spanduk, kartu undangan, dan lain-lain.

Menurut Lesna, hasil dari pekerjaannya kala itu sudah cukup besar. Sampai pada 2010, Lesna  resmi memperkenalkan diri bergerak di usaha jasa percetakan. “Awalnya memang banyak yang meminta tolong bikin undangan, kartu nama, spanduk dan lainnya. Modalnya hanya kepercayaan orang. Padahal saya sendiri tidak bisa desain,” katanya.

Perlahan, orderan cetak pun semakin banyak, dari spanduk sampai buku. Tidak hanya itu, jelang Pemilu 2014 jasanya juga merambah ke konveksi lantaran banyak pesanan pembuatan kaus partai dan berbagai atribut peraga kampanye.  Sejak saat itulah, Lesna semakin memokuskan diri di bidang percetakan. Bahkan, dirinya juga melengkapi legalitas usahanya di bawah bendera Lesna Printing.

Diakuinya, meski industry cetak offset sedikit lesu, tapi secara umum bisnis percetakan ke depan akan terus bertumbuh seiring dengan teknologi yang semakin maju. Misalnya, digital printing, yang eksistensinya semakin dibutuhkan oleh masyarakat.

Namun demikian, persaingan di bisnis ini juga tidaklah enteng. Sebab, pelaku di industry cetak terbilang semarak. “Tapi kalau bicara saingan, di bisnis apapun (tidak hanya percetakan –red) pasti selalu ada persaingan. Yang terpenting adalah bagaimana menyiasatinya dengan pelayanan dan nilai lebih. Terkait pelayanan ini, komponennya banyak; ada kecepatan, ketepatan, kualitas, dan harga. Saya melihat, bagi konsumen itu yang terpenting kecepatan dan ketepatan. Pesan hari ini besok jadi, itu yang penting. Soal harga, kalau konsumen sudah percaya pada kita, rasanya ini tidaklah masalah.”

Terkait kepercayaan ini, Lesna membuktikan jika ada beberapa pelanggannya yang tetap setia sampai sekarang. Selain dari pelanggan setianya, ia juga menjaring pelanggan baru melalui beberapa media, baik online maupun offline. “Utamanya getok tular dari mulut ke mulut, itu yang paling kuat. Pelanggan dari media sosial juga banyak, terutama Instagram. Karena bergerak di online, kami bisa menjangkau nasional, misalnya beberapa pelanggan kami ada dari Kalimantan dan Maluku. Sekali cetak bisa 3 ribu eksemplar, 5 ribu eks, bahkan 15 ribu eks. Meskipun kami sendiri bisa melayani orderan hanya satu atau dua lembar juga. Orang datang ke kami, karena mereka butuh jasa kami. Oleh sebab demikian, kami harus melayaninya dengan baik,” sebutnya.

Dukung UKM   

Yang menarik, salah satu komitmen Lesna adalah mendorong agar para pelaku UKM bisa berkembang semakin baik. Dan cara yang ditempuhnya adalah dengan memberikan layanan desain gratis bagi para pelaku UKM di Tanah Air.

Free desain tersebut meliputi desain logo, merek, sampai packaging. Padahal, desain ini tidak mudah dan murah. “Buat logo, merek, sampai packaging kami bisa buatkan desainnya. Syaratnya, hanya nanti mereka cetaknya di kami,” katanya. Saat ini sudah banyak pelaku usaha yang menggunakan layanannya, umumnya dari kategori kuliner. “Ada keripik pisang, coklat, dan makanan lainnya. Kebanyakan usahanya kuliner,” imbuh Lesna.

Dengan mendorong pelaku UKM agar tampilan dan kemasannya semakin menarik, hal ini berbuah baik pada kelangsungan usahanya. Sebab, orderan cetak dari pelaku UKM juga akhirnya terus mengalami peningkatan. Saat ini, jasa yang diberikannya adalah percetakan, konveksi, dan promotion gift. “Promotion gift ini macam-macam produknya, umumnya yang pesan dari korporasi dan hotel.”

Di bisnis ini, dirinya juga berkolaborasi dan bersinergi dengan pelaku usaha lain dan komunitas  yang bergerak di bidang yang sama. Diakui Lesna, setiap harinya dipastikan selalu ada order yang diterimanya. “Harus bersinergi, sebab kalau ditanggung sendiri itu berat. Alhamdulillah, setiap harinya kami selalu ada pekerjaan yang masuk,” tukas dia.

Menurut Lesna, beberapa hal yang penting dilakukan oleh orang yang tertarik dengan bisnis percetakan, antara lain buka dulu jasanya dan jangan berpikir membeli mesin. Lalu, berikan pelayanan desain dan kecepatan. Harus diingat, kemampuan lobi juga diperlukan dalam bisnis ini. “Yang terpenting harus bisa desain, sebab ini modal awal untuk meyakinkan orang untuk cetak di kita. Oleh sebab komponen cetak ini banyak, maka pelaku usaha ini juga harus pandai berhitung soal harga. Lalu, kecepatan ini sangat penting. Kami, misalnya, pernah kerjakan orderan Pilpres hingga jutaan pieces dalam waktu yang sangat cepat.”

0 0

About Post Author

Redaksi

Editor
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *