MPLS SDN Geneng Ngawi: Satu Siswa Baru, Kisah Inspiratif?

Redaksi

MPLS SDN Geneng Ngawi: Satu Siswa Baru, Kisah Inspiratif?
Sumber: Kompas.com

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, hanya memiliki satu siswa baru dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini. Fenomena ini menyoroti tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah di daerah dengan jumlah siswa yang terus menurun.

Meskipun demikian, pihak sekolah tetap berkomitmen menyelenggarakan MPLS bagi satu-satunya siswa baru tersebut, sebuah bukti dedikasi mereka terhadap pendidikan anak usia dini.

MPLS di SDN 01 Dempel: Satu Siswa, Semangat Tak Berkurang

AKP (7), warga Desa Dempel, adalah satu-satunya siswa baru yang mendaftar di SDN 01 Dempel tahun ini. Ia memulai MPLS sendirian di kelas satu.

Meskipun awalnya merasa bingung karena belajar sendirian, AKP tetap bersemangat mengikuti kegiatan MPLS selama lima hari.

Pihak sekolah berupaya menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi AKP. Para guru mendampingi dan mengantarnya ke kelas.

Untuk mengatasi rasa kesepian AKP, sekolah melibatkan siswa kelas atas dalam kegiatan MPLS. Hal ini menciptakan suasana yang lebih ramai dan menyenangkan.

Penyebab Menurunnya Jumlah Pendaftar

Jumlah siswa di SDN 01 Dempel memang terus menurun dari tahun ke tahun. Sekolah ini kini hanya memiliki 17 siswa dari kelas satu hingga enam.

Kepala Sekolah, Endang Kurniasih, menjelaskan beberapa faktor penyebabnya. Lokasi sekolah yang berada di ujung utara wilayah menjadi salah satu kendala.

Kebijakan zonasi juga turut berpengaruh. Dulu, sekolah ini menerima banyak siswa dari desa tetangga, namun kini jumlahnya berkurang signifikan.

Tidak adanya Taman Kanak-Kanak (TK) di sekitar sekolah juga menyulitkan pencarian siswa baru. Persaingan dengan empat sekolah lain di desa yang sama (tiga negeri dan dua swasta) juga menjadi faktor penentu.

Upaya Sekolah Menarik Siswa Baru

SDN 01 Dempel telah berupaya menarik minat warga untuk mendaftarkan anak-anaknya. Pihak sekolah telah melakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah warga (door to door).

Selain itu, sekolah juga menawarkan program menarik seperti seragam gratis. Namun, sekolah menyadari bahwa keputusan tetap berada di tangan orang tua siswa.

Dua kelas di SDN 01 Dempel bahkan kosong karena tidak ada pendaftar pada tahun 2021 dan 2023. Kelas 3 dan kelas 5 menjadi bukti nyata minimnya jumlah siswa.

Meskipun menghadapi tantangan, SDN 01 Dempel tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi siswanya. Sekolah berharap dapat meningkatkan jumlah pendaftar di tahun-tahun mendatang.

Kisah AKP, satu-satunya siswa baru di SDN 01 Dempel, menunjukkan semangat belajar yang patut diapresiasi. Di sisi lain, kisah ini juga menjadi pengingat pentingnya memperhatikan akses pendidikan yang merata dan mengatasi tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah di daerah terpencil.

Also Read

Tags

Topreneur