22 Oktober 2020

Nasi Gonjleng, Kuliner Khas Asal Banten

Foto: Ist

Bagikan:

TOPRENEUR.ID – Pernah dengar nasi gonjleng, kuliner khas asal Banten? Jika belum, maka Anda perlu mencicipinya. Sebab, citarasanya tak kalah dengan kuliner terenak lainnya.

Menyantap kuliner ini ditemani dengan lauk pauk khas lain seperti belut cobek, angeun lada, sate bandeng, dan sambal dadakan, dijamin akan membuat selera makan Anda makin memuncak.

Dari Banten, kuliner khas nasi gonjleng ini tetap menjadi tradisi yang selalu terjaga. Banten Resto, sebagai restoran yang berpusat di Serang, salah satunya yang konsisten merawat tradisi.

Dua tahun lalu, Banten Resto melakukan ekspansi dengan membuka outletnya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Nasi gonjleng pun kini kian dikenal oleh masyarakat sekitar kawasan tersebut.

Afifah, manajer Banten Resto menjelaskan, jika restoran ini dikenal menyajikan kuliner tradisional khas Banten yang terkenal kelezatannya dan dijamin kehalalannya.

Sebagai penggawa andalannya, semua menu di resto ini disajikan oleh Chef Egi asal Bandung yang telah berpengalaman di bidang perkulineran yang dibuktikan dengan 4 Rekor MURI yang digenggamnya.

Selain kuliner khas, resto ini juga menyajikan berbagai menu Nusantara lain, termasuk menu western. “Ini adalah outlet kedua kami, sebelumnya kami buka di Baduy Outbond di Baros, Serang. Di Pamulang ini kami mulai buka pada Juni 2016,” jelas Afifah.

Nasi gonjleng adalah salah satu menu paling laris di resto ini. Afifah menyebut, perwajahannya mirip seperti nasi uduk asal Betawi, tapi berbeda soal citarasanya.

Diolah dengan rempah-rempah khusus, proses pembuatan nasi gonjleng biasanya diliwet atau dikukus sehingga menghadirkan kualitas rasa yang istimewa.

Ada lebih dari 50 menu yang tersaji di Banten Resto. Nasi gonjleng, kata Afifah, digemari banyak kalangan bukan hanya masyarakat dari Banten, tapi juga masyarakat secara luas.

“Rata-rata orang yang datang ke resto ini, nasinya pakai nasi gonjleng. Konsumen kami tidak hanya warga Banten, banyak pula dari luar Banten. Bahkan, beberapa publik figur (artis), para tokoh dan pejabat, sering makan di sini,” tutur dia.

Umumnya nasi gonjleng dipadu dengan belut cobek, sate bandeng, ikan asin, angeun lada, sambal dadakan, dan lainnya. Ada pula menu khas singkong saos nangka yang juga menjadi kegemaran para pelanggan.

Selain berfungsi sebagai restoran, Banten Resto juga sering dipakai untuk berbagai kegiatan seperti ulang tahun, seminar, manasik, acara tasyakuran, acara reuni, talkshow, dan lainnya.

Sebagai salah satu kelebihannya, makanan yang disajikan semua bahan baku diolah dan dihasilkan dari kawasan milik sendiri. Sebut saja misalnya beras, sayur-mayur, ikan, ayam, serta rempah-rempah yang langsung dipanen di lokasi yakni kawasan wisata agro Baduy Outbound yang memiliki lahan seluas 12 hektar.

Diakui Afifah, selain makan di tempat, pihaknya juga menyediakan jasa delivery untuk kawasan yang masih dijangkau dan telah bekerjasama dengan layanan besutan anak negeri, Go Food.

Adapun terkait harga, nasi gonjleng dibanderol antara Rp10 ribu – Rp35 ribu, sementara untuk lauk-pauknya mulai Rp25 ribu hingga Rp65 ribu. “Ya, harga kami relatif masih terjangkau oleh masyarakat sekitar,” imbuhnya. 

Foto: Istimewa

Menyoal persaingan kuliner di sekitar Tangsel, Afifah meyakini jika nasi gonjleng baru ada di restonya. Dengan kata lain, pihaknya masih menjadi pemain tunggal. Namun, kalau bicara pentas kuliner secara umum, ia tak menampik jika persaingannya cukup ketat.

Salah satu tantangan yang harus dihadapinya, di kawasan tersebut banyak resto cepat saji, sementara pihaknya memerlukan proses yang tidak sebentar untuk menyajikan setiap orderan pelanggan.  

Selain itu, konsumen juga sangat peka dengan standarisasi rasa. Jika sekali saja berbeda, umumnya konsumen tidak akan kembali lagi.

Oleh sebab demikian, ia sangat memerhatikan kualitas rasa agar tidak berubah. Lalu, kunci suksesnya adalah dengan memberikan pelayanan yang prima.

“Intinya adalah bagaimana konsumen merasa nyaman dan puas sehingga mereka bisa kembali lagi. Selebihnya, kebersihan lokasi dan harga juga memberikan peranan yang cukup penting,” jelasnya.

Ke depan, ia tetap yakin jika potensi bisnis kuliner tetap baik. Bahkan, pihaknya juga telah berinovasi dengan menghadirkan layanan nasi box, catering, dan snack.

Yang tak dilupakan, Banten Resto juga terus menggalang berbagai kerjasama, baik dengan kampus-kampus sekitar maupun pemerintah kota setempat. Pihaknya juga gencar melakukan promosi melalui social media, website, brosur, dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *