Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Operasi TMC di Waduk Kaskade Citarum

2 min read

Foto: BBTMC

Read Time2 Minutes, 2 Seconds

TOPRENEUR.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) memulai operasi TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) hari ini di  daerah tangkapan air waduk kaskade Citarum Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BBTMC-BPPT dengan Perum Jasa Tirta II, PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Barat.  Selain itu,  juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Pusat Sumber Daya Air Kementerian PUPR dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Waduk Kaskade Citarum terdiri dari Waduk Saguling, Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur  yang merupakan tulang punggung dari ketersediaan pasokan listrik di wilayah Jawa Bali. Waduk Saguling memiliki kapasitas produksi  4 x 175.8 MW, sedangkan Waduk Cirata 8 x 126 MW dan Waduk Jatiluhur 187 MW.

Selain untuk produksi listrik, air yang bersumber dari Waduk Kaskade Citarum juga digunakan untuk pertanian di Jawa Barat, termasuk memenuhi kebutuhan air baku bagi industri, masyarakat Jakarta dan sekitarnya. ”Walaupun diprediksikan tahun ini El Nino lemah bahkan cenderung netral, namun efeknya sangat terasa terlihat dari minimnya curah hujan yang terjadi di daerah tangkapan air waduk kaskade Citarum selama musim kemarau bahkan hingga saat ini,” ujar Yudi Anantasena, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Alam (TPSA) di Bandung, Jum’at (25/10/2019).

 Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar TMC-BPPT mengatakan operasi TMC direncanakan dilaksanakan dalam 20 hari kegiatan penerbangan. “Namun jika masih ada kebutuhan, BPPT siap untuk menambah hari kegiatan,” ujarnya.

Menurut Tri Handoko Seto, penerbangan perdana kegiatan TMC di daerah tangkapan air waduk kaskade Citarum dimulai hari ini (25/10/2019) dengan menggunakan pesawat jenis CASA 212-200 registrasi PK-PCT milik PT Pelita Air Service.

Untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, lanjut pria yang akrab dipanggil Seto,  sudah ditempatkan personil di 2 lokasi Pos Pengamatan Meteorologi (Posmet), yaitu di daerah Ciwidey dan Purwakarta. ”Hasil pengamatan cuaca dan potensi awan hujan akan dilaporkan setiap saat oleh petugas di Posmet kepada Tim Pelaksana di Posko, untuk dianalisis dan dijadikan sebagai masukan guna menentukan strategi pelaksanaan penyemaian awan setiap harinya,” paparnya.

BPPT juga bekerjasama dengan BMKG, Stasiun Klimatologi Bogor untuk analisa data cuaca dan radar. ”Dalam mengukur keberhasilan kegiatan TMC, akan dilakukan monitoring hujan di daerah target oleh Tim Monitoring dan Evaluasi,” ujar Seto.

Penerbangan perdana operasi TMC di Jabar juga dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil,  Dirjen SDA Kementerian PUPR, Komandan Lanud Husein Sastranegara Bandung, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Jajaran Direksi dan Pejabat Perum Jasa Tirta 2, PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali UP Cirata.

0 0

About Post Author

Redaksi

Editor
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *