Organisasi Kesehatan Dunia Terbitkan Panduan Program Keluarga Berencana Jilid III

Topreneur.ID – Program keluarga berencana (KB) dianggap sebagai program pembangunan yang paling diandalkan, sekaligus intervensi penyelamat hidup jutaan wanita dan anak perempuan. Keberhasilan program KB di seluruh dunia terletak pada tenaga kesehatan yang terdidik dan terlatih.

Demi mendukung program keluarga berencana di dunia, edisi terbaru dari Family Planning: A Global Handbook for Providers, biasa disebut Global Handbook ini  diluncurkan di New Delhi, India, dalam ajang 2018 Regional Consortium Meeting untuk Implementing Best Practices (IBP) Initiative.

Image: istimewa

Ditulis dengan bahasa sederhana dan diatur untuk dibaca dengan cepat, Global Handbook telah digunakan sebagai referensi standar dunia bagi metode KB dan berbagai topik terkait, sejak diluncurkan pertama kali pada 2006. Hingga kini, lebih dari 500.000 eksemplar telah diedarkan dalam 13 bahasa.

Buku ini akan menjadi edisi ketiga yang diterbitkan bersama Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health dan World Health Organization (WHO), didukung United States Agency for International Development (USAID) dan Knowledge for Health (K4Health) Project miliknya. Global Handbook didukung oleh lebih dari 125 organisasi di seluruh dunia, banyak di antaranya yang merupakan anggota IBP Initiative.

“Buku Global Handbook menegaskan, semua perempuan, termasuk gadis remaja dan wanita muda, dapat memakai hampir semua metode kontrasepsi dengan aman,” kata Dr. Ian Askew, Direktur, Departemen Riset dan Kesehatan Reproduksi, WHO. “Menyediakan metode kontrasepsi paling aman sebetulnya tidak rumit. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara yang tetap menghomati kehormatan dan kebebasan setiap klien.”

Edisi terbaru buku ini berisi informasi mengenai berbagai metode kontrasepsi yang sudah ada dan yang baru, termasuk LNG-IUD dan implan, metode long-acting reversible; subcutaneous depot medroxyprogesterone acetate (DMPA-SC), yang bisa disuntikkan sendiri; dan cincin vagina yang bisa melepaskan hormon progesterone untuk ibu menyusui.

Image: ist

Rekomendasi terbaru dari WHO, termasuk panduan tentang berbagai topik seperti kekerasan oleh pasangan, pembagian tugas, dan melayani klien difabel.

Bab baru mengenai bagaimana penyedia jasa program keluarga berencana harus menghargai, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia klien mereka.

Perangkat terbaru mengenai kapan harus menggunakan alat pencatat perkembangan kehamilan dari minggu ke minggu (pregnancy checklist) atau tes kehamilan, serta bagaimana memberi layanan konseling bagi perempuan yang ingin menggunakan metode kontrasepsi bertipe progestin-only injectables yang tinggi risiko HIV.

“Dengan segala informasi dalam Global Handbook dan sumber daya yang tepat, penyedia jasa dapat memastikan bahwa tujuan reproduksi, situasi kehidupan dan preferensi klien dapat mengatur keputusan keluarga berencana mereka,” jelas Ellen Starbird, Direktur, Bidang Populasi dan Kesehatan Reproduksi, USAID.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *