Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya Bergeser: Misteri 3,6 Km dari Kabel Laut

Redaksi

Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya Bergeser: Misteri 3,6 Km dari Kabel Laut
Sumber: Kompas.com

Pencarian bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali terus berlanjut. Tim SAR awalnya fokus pada dua titik, namun hasil pemindaian bawah laut menunjukkan temuan tersebut bukanlah kapal yang dicari. Pencarian kini beralih ke lokasi baru, dengan tantangan arus laut yang cukup kuat. Proses pencarian ini melibatkan teknologi canggih dan kerja keras tim SAR gabungan.

Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam menemukan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Proses pencarian yang kompleks ini memerlukan ketelitian dan kesabaran tinggi.

Pergeseran Fokus Pencarian

Awalnya, pencarian difokuskan pada dua titik referensi, yaitu titik 4 dan 7. Namun, setelah dilakukan pemindaian bawah air menggunakan ROV milik KRI Spica, objek yang ditemukan di titik tersebut dipastikan bukan KMP Tunu Pratama Jaya.

Objek tersebut berdimensi jauh lebih kecil daripada kapal yang hilang. Hal ini membuat tim SAR harus menggeser fokus pencarian ke titik referensi yang baru.

Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, menyatakan bahwa pencarian saat ini berlanjut di titik referensi ke-8.

Kendala Arus Laut yang Kuat

Tim menemukan objek logam lain yang diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Objek ini berada 3,6 kilometer di selatan kabel bawah laut PLN.

Namun, kuatnya arus laut di Selat Bali menjadi kendala utama dalam proses penggambaran bawah air. Kemampuan alat pemindaian bawah air hanya optimal pada arus 2 knot.

Arus di lokasi tersebut lebih besar dari batas maksimal tersebut. KRI Spica telah mengambil sampel arus di tiga kedalaman berbeda untuk menganalisis kondisi arus laut.

Analisis Sampel Arus Laut

Pengambilan sampel arus dilakukan pada kedalaman 0-10 meter, 10-30 meter, dan 30 meter ke bawah. Hasil pengukuran menunjukkan variasi kekuatan arus, dengan arus terkuat berada di kedalaman 9-10 meter.

Informasi ini sangat penting untuk menentukan strategi pencarian selanjutnya dan memastikan keselamatan tim penyelam.

Teknologi dan Dimensi Kapal

Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II, Laksma TNI Endra Hartono, menjelaskan hasil pemindaian menggunakan side scan sonar.

Objek yang awalnya diduga sebagai bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, ternyata hanya berukuran 14 meter x 3 meter. Dimensi ini jauh lebih kecil daripada KMP Tunu Pratama Jaya yang memiliki panjang 63-74 meter dan lebar sekitar 12 meter.

Diduga, objek tersebut merupakan sebuah truk yang terbawa arus dan tenggelam. Pencarian akan terus berlanjut dengan fokus pada informasi dimensi kapal yang sesungguhnya.

Proses pencarian bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali masih terus berlangsung. Tantangan arus laut yang kuat serta luasnya area pencarian membutuhkan strategi dan teknologi yang tepat. Semoga upaya pencarian ini segera membuahkan hasil dan memberikan kepastian bagi keluarga korban.

Also Read

Tags

Topreneur