Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

PT Adhi Karya Tbk Paparkan Perkembangan Pembangunan LRT Jabodebek

2 min read
Read Time1 Minute, 36 Second

topreneur.id – Dalam kegiatan Media Workshop yang digelar di Jakarta,  PT Adhi Karya Tbk memaparkan perkembangan terbaru terkait proyek pembangunan konstruksi kereta api ringan (light rail transit/LRT) Jabodebek.

Dalam kesempatan tersebut diungkapkan jika progresnya telah mencapai 58,3%, dan yang paling cepat berada di trase Cibubur-Cawang yang telah lebih dari 78%. Diharapkan pada bulan Juni 2019 sudah bisa dilakukan ujicoba pada lintas Cibubur –Cawang.

Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Operasional II, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., Pundjung Setya Brata. “Per Februari ini, pembangunan proyek LRT sudah mencapai 58,3%. Perkembangan paling cepat ada di trase Cibubur-Cawang yang sudah lebih dari 78% dan diharapkan sudah bisa diujicoba pada Juni nanti,” ujarnya.

Sementara untuk seksi lintas pelayanan 3, Bekasi Timur-Cawang, proyek konstruksi masih 52,8%, di antaranya lantaran masih terkendala pembebasan lahan. Adapun lintas pelayanan 2 Cawang- Kuningan- Dukuh Atas, perkembangannya sudah di angka 46,1%.

Terkait biaya pembangunan, Pundjung juga mengklaim bahwa pembangunan LRT Jabodebek masih lebih murah dibandingkan dengan LRT yang dibangun di negara-negara lain. Sebab, besaran biaya sejumlah  Rp500 miliar/kilometer (km) tersebut sudah termasuk sarana dan prasarananya.

Dia memberi contoh, dibandingkan dengan Manila, misalnya, angka LRT Jabodebek masih lebih rendah. Tercatat, biaya pembangunan LRT di Manila mencapai Rp 904 miliar/km dan LRT Kelana Jaya (Malaysia) Rp 807 miliar/km.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Adhi Karya (Persero) Tbk., Budi Harto menjelaskan jika proyek LRT pertama digagas oleh PT Adhi Karya tahun 2012 dan mulai pengerjaan pertama (groundbreaking) pada September 2015.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 beserta perubahannya, Adhi Karya ditugaskan membangun prasarana LRT wilayah Jabodebek tahap I dengan nilai investasi sebesar Rp22,8 triliun.

Terkait kinerja perusahaan, PT Adhi Karya berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp891,9 miliar sepanjang bulan Januari 2019. Raihan ini naik 4,69% dibandingkan bulan Januari 2018 yang sebesar Rp850 miliar.

“Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru sebesar Rp 850 miliar ini meliputi lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 93,4%, properti 5,5%, selebihnya dari lini bisnis lain,” ujar Budi Harto.

Menurutnya, kontrak baru bulan Januari tersebut, porsinya masih didominasi oleh kontrak dari BUMN sebesar 96,3%.

0 0

About Post Author

Redaksi

Editor
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *