Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Pupung Pursita, Kembangkan Hijab Fashion Ecoprint

2 min read

Foto: istimewa

Read Time1 Minute, 31 Seconds

TOPRENEUR.id – Selembar hijab itu sekilas terlihat biasa saja. Motifnya daun jati. Ada yang besar, ada yang kecil. Cetakannya agak pucat. Berwarna coklat dan pink.

Namun, bagi mereka yang paham fashion, justru jilbab itulah yang tengah diburu. Mereka tahu, harga jilbab itu lebih mahal karena motifnya sangat eksklusif. Setiap motif hanya dibuat satu lembar saja!

Tidak bisa dibuat seribu copy? Tidak bisa. Karena motif itu bukan hasil cetakan mesin printer. Juga bukan cetakan mesin batik. ‘’Ini jilbab ecoprint,’’ jelas Pupung Pursita, pegiat sosial yang mengembangkan ecoprint itu.

Apa itu hijab ecoprint? Jilbab itu bukan hasil print out printer digital, melainkan hasil pencetakan dari daun-daunan alami melalui proses pengukusan selama dua jam. Warna-warni yang menempel pada kain itu berasal jenis daun yang digunakan.

‘’Ada daun yang menghasilkan warna dan corak. Ada pula yang hanya menghasilkan corak tapi tidak menghasilkan warna. Untuk jenis daun yang seperti itu, digunakan pewarna alami dari pohon-pohon tertentu,’’ sebut Pupung, seperti ditulis Joko Intarto, Rabu.

Pupung melakukan percobaan membuat ecoprint sejak masih kuliah di jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta. Berbagai metode membuat motif cetakan alami dia coba. Hasil terbaiknya baru ditemukan tiga tahun lalu.

Sejak itu, Pupung mencoba mengimplementasikan menjadi produk hijab. Di pasar umum, jilbabnya dianggap tidak menarik. Tapi di pameran produk kerajian kelas internasional, jilbab itu justru diburu.

Berkat jilbab ecoprint itulah, Pupung mendapat undangan untuk mengisi pameran internasional di Dubai, November mendatang. ‘’Kami sedang mencari sponsor agar bisa memproduksi lebih banyak guna mengisi stand tersebut,’’ jelas Pupung.

Disebutkan dia, pasar hijab nasional dibagi menjadi tiga segmen. Segmen pertama, kerudung praktis. Produk ini digunakan sekitar 70 persen muslimah di Indonesia. Kedua, jilbab syariah yang digunakan sebagian kecil wanita Indonesia. Ketiga, jilbab modis yang digunakan wanita kelas menengah.

“Jilbab sudah bermetamorfosis. Jilbab tidak hanya digunakan sebagai penutup rambut kepala muslimah. Jilbab juga berfungsi ganda sebagai bagian dari fashion muslimah,” demikian pungkasnya.

3 0

About Post Author

Redaksi

Editor
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *