26 November 2020

Rantai Pasok Terganggu Corona, Bagaimana Memaksimalkan Peluang?

Istimewa

Bagikan:

TOPRENEUR.id –SAP SE mengumumkan laporan penelitian baru, dalam kemitraan dengan Oxford Economics, yang temuannya memberikan wawasan yang sangat tepat waktu untuk membantu perusahaan meminimalkan gangguan pada rantai pasokan mereka, bahkan dalam kondisi krisis.

“Dunia tempat kita hidup, sementara bergolak, baru-baru ini telah berpaling dengan dampak COVID-19,” kata Martin Barkman, senior Vice President SAP dan Head of Digital Supply Chain, Solution Management, dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

“Situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini telah menyebabkan gangguan parah pada rantai pasokan. Sekarang, lebih dari sebelumnya, kami membutuhkan rantai pasokan yang tangguh,” sambungnya.

Sementara itu, Andreas Diantoro, Managing Director PT SAP Indonesia megatakan, “Situasi ini menuntut pelaku bisnis untuk membuat keputusan yang tepat dan tepat waktu mengenai kualitas dan biaya. Pandemi Corona telah membuat kondisi pasar bergeser dengan cepat,” kata dia.

Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa produksi pabrik mengalami kontraksi pada level kuartal pertama tahun ini sebagai akibat dari lemahnya permintaan dan gangguan pada rantai pasokan.

Menurut survei BI-PMI, hampir semua sektor manufaktur jatuh kecuali untuk makanan, minuman dan tembakau. Namun, bank sentral memproyeksikan bahwa kegiatan manufaktur akan sedikit pulih pada kuartal kedua tahun 2020 menjadi 48,79 persen, didorong oleh ekspansi dalam volume pesanan dan indeks volume stok barang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *