Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Sari Salon, Konsep Tradisional Konsumen Hingga Selebritas

2 min read

Foto: istimewa

Read Time2 Minutes, 16 Seconds

Topreneur.id – RR Sarwo Indah sejak kecil memang sudah menyukai dunia kecantikan. Bakat tersebut kemudian diimplementasikan dengan membuka salon kecil di rumahnya. Ketekunan dan keuletannya membuahkan hasil, sebab di kemudian hari dirinya berhasil membesarkan bisnis salonnya.

Seiring dengan waktu, keterampilannya dalam industry ini pun semakin terasah. Dia bercerita, salon yang dirintisnya itu pertama kali dijalankan olehnya bersama seorang pembantunya. Selama dua belas tahun, ia menerjuninya secara langsung. “Saya kan hobi di bidang ini, terjunin sendiri selama 12 tahun sampai kemudian bisa berkembang,” tuturnya.

Diakuinya, keluarganya memang berlatar belakang sebagai pengusaha. Hanya saja, umumnya saudara-saudara yang lain bergerak di bidang kuliner, sementara dirinya seorang yang berkecimpung di bidang kecantikan. “Orang tua ada usaha restoran, demikian dengan saudara yang lain, arahnya lebih ke kuliner. Hanya saya sendiri yang di bidang salon,” terangnya.

Saat ini Sari Salon sudah berusia 25 tahun. Selama perjalanan itu, banyak suka-duka yang dialaminya dalam menjalankan bisnis. Sarwo Indah juga memberikan teladan dalam memenej sebuah bisnis, salah satunya terkait konsumennya yang turun-temurun.

“Banyak langganan kami dari dia masih muda, lalu punya anak dan cucu, keluarga mereka menjadi konsumen setia kami sampa sekarang. Ini bukti jika konsep kekeluargaan membuat kami dekat dengan konsumen,” kilahnya.

Saat ini Sari Salon sudah memiliki 7 outlet di beberapa daerah seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Serang, dan Semarang. Bahkan, lima tahun lalu usaha ini pernah menjalankan konsep bisnis waralaba.

Hanya saja dalam perjalanannya banyak mitranya yang tidak sejalan dengannya. “Ini bagian dari cerita dukanya. Ternyata tidak mudah berhubungan dengan orang lain. Apalagi kalau orangnya tidak memiliki pengalaman di bidang bisnis. Beberapa kemitraan kami di Cibubur, Yogyakarta, dan daerah lainnya akhirnya berhenti.”

Dengan mengedepankan pelayanan prima terhadap konsumennya, Sari Salon mampu bertahan hingga sejauh ini. Secara bisnis, dirinya juga merasakan terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

“Salon ini kan bidang jasa, maka pelayanan itu harus nomor satu. Kita harus ramah dengan konsumen, serewel apapun konsumen kita. Bisnis ini saya merasakan semakin berkembang. Penyebabnya ada beberapa hal seperti harga yang tidak mahal, tempat yang bersih, dan produk yang memproduksi sendiri. Ini kelebihan-kelebihan kami dibanding yang lain.”

Namun dirinya juga melihat, secara umum bisnis di bidang ini juga masih rentan terhadap kebangkrutan. Faktanya, banyak salon dan spa dengan investasi besar, dalam waktu yang relatif singkat, gulung tikar. “Ya, salon terus menjamur, tapi yang bertahan itu tidak banyak. Artinya, bisnis ini tidak mudah juga,” katanya.

Sari Salon sendiri arahnya lebih ke tradisional. Hal ini menjadi komitmen Sarwo Indah sejak awal. Menurutnya, yang tradisional itu hasilnya lebih baik dari pada yang instan. Sementara terkait perawatan yang dilakukannya, diakuinya, sangat lengkap.

“Harga kami juga tidak tinggi. Saya ingin agar salon ini bisa dinikmati oleh semua kalangan, bahkan untuk asisten rumah tangga sekalipun. Ini benar-benar terjadi, karena konsumen kami ada juga para asisten rumah tangga sampai selebritas.”

0 0

About Post Author

Redaksi

Editor
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *