27 Oktober 2020

SCI Berharap “Logistik” Dijadikan Topik dalam Debat Pilpres

Foto: ist

Bagikan:

Topreneur.ID – Peranan sektor logistik sangat penting sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi serta unsur pembentuk konektivitas untuk daya saing nasional dan kesejahteraan rakyat. Peningkatan daya saing ini semakin penting bagi Indonesia dalam globalisasi, termasuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Di lain sisi, perbaikan dan pengembangan sektor logistik sulit karena bersifat multisektoral. Diperlukan perencanaan, implementasi, dan pengendalian secara sistemik, sistematis, dan terintegrasi mulai dari infrastruktur, regulasi, birokrasi, teknologi informasi, SDM, dan lain-lain.

Integrasi juga harus dilakukan antar kementerian/lembaga, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, antara pemerintah dan para pelaku, maupun antara pelaku dan para pemangku kepentingan.

Nah,  mengingat peranan sektor logistik yang penting dan permasalahannya yang kompleks, Supply Chain Indonesia (SCI) mengusulkan agar sektor logistik menjadi salah satu topik dalam Debat Pilpres 2019.

Dikatakan Setijadi,  Chairman SCI, dalam keterangan pers, topik logistik tidak ada dalam jadwal debat yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Jika memang topik debat tersebut tidak dapat diubah karena telah ditetapkan dan dipublikasikan, SCI mengusulkan aspek-aspek logistik menjadi topik paparan atau pertanyaan. Tinjauan dari aspek logistik sangat relevan dalam topik-topik debat, terutama Debat II dan V,” katanya.

Dalam Debat II, topik-topik yang sangat relevan dengan logistik adalah energi dan pangan, serta infrastruktur.

Tinjauan dapat dilihat dari, misalnya, bagaimana strategi pengembangan sektor logistik dilakukan untuk mengatasi persoalan-persoalan pasokan dan pemerataan ketersediaan energi dan pangan.

Dalam sejumlah kasus kebutuhan barang pokok, masalah kelangkaan, harga mahal, dan fluktuasi harga terjadi bukan karena masalah produksi, tetapi karena masalah transportasi dan distribusi sebagai bagian dari sistem logistik.

“Topik infrastruktur juga sangat terkait dengan logistik. Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana hasil-hasil pembangunan infrastruktur dapat bermanfaat secara optimal untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah?” tukas Setijadi.

Dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan, tantangan konektivitas adalah sistem transportasi multimoda yang belum efektif dan pengangkutan barang masih didominasi lebih dari 90% oleh moda transportasi jalan yang mahal.

Untuk topik ekonomi, strategi sektor logistik sangat penting untuk ditinjau dalam upaya mengatasi masalah perekonomian.

Data BPS tahun 2017 menunjukkan distribusi perekonomian didominasi Wilayah Jawa (58,49%) dan Sumatera (21,66%), sementara wilayah-wilayah lainnya hanya berkisar 2,43%-8,20%. Ketidakmerataan ini tentu berdampak terhadap kesejahteraan sosial masyarakat.

Perdagangan antar wilayah pengembangan industri di wilayah-wilayah luar Jawa terkendala beberapa persoalan termasuk juga masalah logistik.

“Dalam kaitan sektor logisik dan ekonomi secara nasional maupun wilayah, para kandidat juga bisa memberikan pandangan mengenai perspektif “ship follows the trade” dan “ship promotes the trade” dalam rencana program kerjanya,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *