26 November 2020

SCI: e-Dagang Dongkrak Pertumbuhan Bisnis Logistik

Bagikan:

TOPRENEUR.ID – Bisnis pengiriman kian terdongkrak dengan bertumbuhnya e-dagang di Tanah Air. Tak bisa dipungkiri, memasyarakatnya belanja online, membuat sektor logistik terus kebanjiran order. Bagaimana prospek bisnis ini ke depan?

Zaroni, Head of Consulting Division Supply Chain Indonesia (SCI) mengatakan, setiap industri selalu membutuhkan layanan logistik, untuk mengelola aktivitas rantai pasokan (supplychain)-nya mulai dari pergerakan barang masuk, proses produksi, barang jadi, sampai dengan distribusinya ke konsumen akhir.  Semua aktivitas tersebut memerlukan layanan logistik (pengiriman).

Bisnis sektor ini menjadi salah satu bisnis yang sangat menarik. Menurutnya, penyebabnya ada dua hal. Pertama, bisnis logistik ini selalu dibutuhkan oleh setiap industri. Kedua, bisnis logistic terutama pengiriman barang ini dapat dimasuki siapa saja dengan beragam skala atau tingkat kebutuhan modal dan kompetensi. “Boleh dibilang bisnisbarrier to entry-nya masih relatif rendah, meskipun untuk skala layanan logistik yang semakin advance membutuhkan padat modal, teknologi, dan keahlian yang tinggi,” ujarnya.

Dirinya juga tak menampik, perkembangan ekonomi digital seperti e-dagang turut mendorong pertumbuhan industri logistik/kurir. Akibatnya, persaingan perusahaan di industri ini terlihat semakin ketat dengan masuknya logistics providerberskala multinasional yang memiliki akses modal, teknologi, dan jaringan yang mendunia.

Namun, bisnis kurir ini bukan tanpa tantangan. Zaroni mengungkapkan beberapa tantangan yang kerap dialami oleh pelaku usaha di bidang ini. Salah satunya terkait layanan pengiriman yang andal dengan biaya yang paling efisien. Tapi di sisi lain, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan cakupan geografi yang sangat luas ini memerlukan infrastruktur logistik seperti jalan raya, pelabuhan, rel kereta api, dan bandara yang baik dan menjangkau semua daerah di Indonesia.

“Nah, untuk menghubungkan (konektivitas) antardaerah di Indonesia ini memerlukan transportasi multimoda. Ini menjadi tantangan bagi industri logistik di Indonesia, dalam proses perpindahan barang antarmoda, termasuk standardisasi dokumen yang menyertainya,” sebutnya.

Tantangan berikutnya adalah ketersediaan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang menjadi faktor penting dalam proses operasional layanan. Belum banyak perusahaan penyedia jasa ini yang benar-benar menerapkan ICT dalam proses operasional untuk memberikan layanan yang andal dan visibility, sehingga pergerakan barang dapat terus dimonitor dengan baik.

Khusus logistik e-dagang ini memerlukan layanan transportasi dari negara asal pemasok, khususnya pemasok produk-produk e-dagang dari pemasok negara Tiongkok, layanan cross-border terutama customs clearance di PLB (Pusat Logistik Berikat), layanan e-fulfillment, dan last mile delivery. “Hal ini mendorong semakin banyak penyedia jasa logistik e-dagang kelas dunia seperti Lazada, JD.id, yang turut meramaikan dan memperketat peta kompetisi bisnis logistik dan kurir,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *