22 Oktober 2020

Sektor Logistik Diprediksi Tumbuh 11,56% pada 2019

Foto: ist

Bagikan:

topreneur.id – Supply Chain Indonesia (SCI) memprediksi sektor logistik akan tumbuh sebesar 11,56% dari Rp 797,3 triliun pada 2018 menjadi Rp 889,4 triliun pada 2019.

Pada tahun 2018, sektor logistik (yang dalam pengelompokan lapangan usaha Badan Pusat Statistik/BPS sebagai Transportasi dan Pergudangan) berkontribusi sebesar 5,37% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang bernilai Rp 14.837,36 triliun.

Menurut Setijadi, Chairman Supply Chain Indonesia, tingkat pertumbuhan sektor logistik tahun 2019 yang diprediksi sebesar 11,56% tersebut lebih tinggi daripada tahun 2018.

Berdasarkan analisis SCI terhadap data BPS, sektor logistik tahun 2018 tumbuh sebesar 8,44% dari tahun 2017 yang sebesar 735,2 triliun. Namun, kontribusi terhadap PDB mengalami penurunan, yaitu pada tahun 2018 sebesar 5,37%, sedangkan pada tahun 2017 sebesar 5,41%.

“SCI menganalisis pertumbuhan sektor logistik didorong antara lain oleh pertumbuhan Industri Pengolahan Nonmigas terutama industri makanan dan Perdagangan karena peningkatan produksi barang-barang domestik dan impor,” kata Setijadi.

Selain sektor Pertanian yang mengalami pertumbuhan, sektor konstruksi juga tumbuh dengan peningkatan pembangunan infrastruktur.

Dikatakan Setijadi, pertumbuhan sektor logistik ini membutuhkan peranan dan sinergi para pihak.

“Perusahaan-perusahaan penyedia jasa logistik, pelaku logistik, dan penyedia fasilitas/infrastruktur logistik bersama Pemerintah perlu menetapkan standardisasi bidang logistik, yang mencakup people (kompetensi SDM), process (praktik operasional), dan technology (infrastruktur, fasilitas, dan peralatan),” ujarnya.

Kolaborasi antar penyedia jasa logistik perlu ditingkatkan, juga antara penyedia jasa logistik dan penyedia fasilitas/infrastruktur logistik, seperti pelabuhan dan bandara.

Di lain sisi, Pemerintah perlu mendorong perkembangan sektor logistik dengan program dan kebijakan yang bersifat implementatif.

Program peningkatan konektivitas harus segera disusun sejalan dengan pembangunan infrastruktur untuk dapat mewujudkan keseimbangan dan integrasi antarmoda transportasi.

Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang diterbitkan pada tahun 2012 perlu segera direvisi untuk disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan nasional.

Penyesuaian juga diperlukan untuk menghadapi perubahan global, seperti digitalisasi dan Revolusi Industri 4.0.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *