19 Oktober 2020

Semangat Membangun Pelayanan Publik Berkelas Dunia

Istimewa

Bagikan:

TOPRENEUR.id – Beragam keterbatasan akibat meluasnya penyebaran Covid-19 tidak bisa mematahkan semangat membangun pelayanan publik berkelas dunia. Dalam road map bidang pelayanan publik, capaian tersebut ditargetkan terwujud pada 2025.

“Tahun 2020 ini sudah saatnya kita beranjak menuju pelayanan publik berkelas dunia. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kita akan kesulitan untuk mencapai perbaikan yang lebih dinamis lagi,” ujar Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa saat menjadi pembicara pada Lokakarya Penerapan Standar Pelayanan Publik selama Pandemi Covid-19 Lingkup Disdukcapil, Rabu (13/05).

Menurut Diah dalam mewujudkan birokrasi berkelas dunia diperlukan dua hal mendasar, yakni responsif dan berdaya saing global. Responsif artinya unit pelayanan publik (UPP) mampu menjawab kebutuhan dan ekspektasi masyarakat yang terus bergerak dinamis.

Sebelumnya, masyarakat mungkin sudah cukup puas dengan pelayanan tatap muka yang ramah dan sigap. Tetapi dengan adanya exposure terhadap berbagai jenis layanan yang mengalami perubahan signifikan maka masyarakat akan memiliki harapan baru yang lebih tinggi.

UPP harus menerima masukan dan timbal balik sebanyak mungkin terhadap layanan yang diberikan. Data tersebut diperlukan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan kualitas layanan yang dianggap belum mampu memenuhi harapan masyarakat.

“Kalau kita melihat hanya dari prespektif diri sendiri sebagai penyelenggara layanan publik, mungkin kita menilai layanan kita sudah yang terbaik tapi dari sisi masyarakat bisa jadi belum memenuhi harapan,” imbuh Diah.

Selain responsif, pelayanan publik berkelas dunia juga harus memenuhi standar berdaya saing global. Pada tahap ini, layanan publik yang diberikan tidak hanya diapresiasi oleh masyarakat tetapi juga harus mendapat pengakuan di dunia.

Indonesia telah memiliki beragam inovasi yang berdaya saing global dan diakui manfaatnya oleh organisasi dunia seperti Sistem EDAT (Early Diagnosis And Treatment) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni dan PetaBencana.id dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kedua inovasi tersebut berhasil meraih juara I pada ajang The United Nations Public Service Awards (UNPSA) pada 2018 dan 2019.

Dengan fakta tersebut, Diah yakin bahwa memiliki pelayanan publik berkelas dunia pada 2025 bukan hal yang mustahil. “Saya yakin sekali selagi komitmen dan usaha masih ada, pelayanan prima yang berkelas dunia pasti dapat terlaksana,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *