23 Oktober 2020

Sinergi Tokopedia, BEI, APRDI dan OJK Resmikan Kampanye #InvestasiAjaDulu

Istimewa

Bagikan:

TOPRENEUR.id – Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia yang terus
bertransformasi menjadi Super Ecosystem, mengumumkan kemitraan strategis dengan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI); didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kolaborasi ini merupakan bagian dari Gerakan Money Market Fund (GM2F) yang dicanangkan oleh APRDI dan pelaku industri pengelolaan investasi serta berfokus pada edukasi perihal investasi dan manajemen keuangan demi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat Indonesia.


AVP of Fintech Tokopedia, Samuel Sentana mengatakan, “Tokopedia berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis
di bidang keuangan untuk meresmikan kampanye #InvestasiAjaDulu. Kolaborasi ini merupakan proses yang
berkelanjutan sekaligus dukungan Tokopedia terhadap gerakan nasional #PasarUanginAja yang diluncurkan oleh OJK.


Selain itu, kampanye ini merupakan salah satu strategi Tokopedia untuk meningkatkan semangat investasi di tengah masyarakat Indonesia demi mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital.


“Melalui kampanye ini, kami menargetkan peningkatan literasi keuangan di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga, lewat serangkaian kegiatan edukasi yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai investasi serta manajemen keuangan dalam mempersiapkan masa depan mereka,” lanjut Samuel.


Hasil studi berjudul “Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia” oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada tahun 2018-2019 menyebutkan bahwa Tokopedia telah membantu 78 persen pengguna menjadi lebih paham terhadap produk investasi digital.

Selain itu, 82 persen dari pengguna juga menjadi semakin paham dalam menggunakan dompet digital. Hasil ini menunjukkan bukti kontribusi positif Tokopedia dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.


Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fawzi, mengungkapkan, “Bursa Efek Indonesia, sebagai
penyelenggara perdagangan dan regulator di Pasar Modal Indonesia, mendorong peningkatan literasi dan inklusi
keuangan khususnya pada generasi millenial terutama untuk berinvestasi di Pasar Modal.

Dewan APRDI, Prihatmo Hari Muljanto mengatakan pihaknya mengamati dinamika tren investasi mikro di masyarakat yang terus bergerak naik. “Minat masyarakat untuk berinvestasi ternyata terus bertumbuh.
Faktanya, investasi reksa dana menjadi salah satu yang diminati oleh masyarakat karena dapat dimulai dengan modal terjangkau dan risiko yang relatif rendah. Dengan adanya inovasi yang mempermudah masyarakat untuk berinvestasi lewat platform digital, seperti Tokopedia, kami berharap investasi mikro seperti reksa dana dapat terus bertumbuh secara sehat,” ujar Hari.


Di Tokopedia, produk investasi juga mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Tokopedia Reksa Dana, misalnya, mengalami peningkatan jumlah transaksi serta pengguna di kuartal III 2019. Transaksi dan jumlah pengguna Tokopedia Reksa Dana masing-masing meningkat hingga 1.5 kali lipat pada bulan September 2019, jika dibandingkan dengan bulan Maret 2019.


“Kami menawarkan sederet kemudahan untuk masyarakat dalam berinvestasi lewat Tokopedia. Selain bisa dilakukan
hanya lewat telepon genggam kapan pun dimana pun, berinvestasi juga bisa dilakukan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp10.000 lewat Tokopedia Reksa Dana. Kami juga memastikan keamanan dalam berinvestasi karena para mitra penyedia layanan keuangan digital yang terhubung telah diawasi oleh OJK. Berbagai nilai tambah ini membuat layanan investasi reksa dana lewat Tokopedia terus mendapatkan antusiasme positif dari masyarakat,” tambah Samuel.


Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sujanto juga menyambut baik inisiasi antara APRDI
dengan Tokopedia melalui Kampanye #InvestasiAjaDulu. “Edukasi tentang instrumen investasi merupakan agenda yang penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat Indonesia. Strategi pengembangan literasi keuangan nasional merupakan salah satu fokus kami tahun ini, khususnya kepada masyarakat untuk memulai berinvestasi.

Sebagai bagian dari Gerakan Money Market Fund inisiatif dari Tokopedia tersebut dengan mengawali
Gerakan ini akan terus menyebar ke pelaku industri pengelolaan investasi lainnya dan menjadi inisiatif bersama sehingga inklusi keuangan di Indonesia dapat memperlihatkan performa positif di masa depan,” ujar Sujanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *