25 Januari 2021

TaniFund Kolaborasi dalam Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Pertanian

Istimewa

Bagikan:

TaniFund, startup peer-to-peer lending yang bergerak dalam pembiayaan sektor agrikultur dan pangan kembali melakukan kolaborasi untuk memperkuat langkah dalam menyelesaikan permasalahan pendanaan yang dihadapi oleh petani.

Bertempat di Ruang Victory 1, Hotel Ciputra Jakarta, pada Senin 30 November 2020, TaniFund (PT Tani Fund Madani Indonesia) dan Malindo (PT Malindo Agrotek Perkasa) bersama-sama menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam penyediaan peralatan dan perlengkapan pertanian, seperti pupuk, pestisida, dan peralatan pertanian bagi para petani binaan TaniFund. Mereka juga akan mendapatkan pesawat nirawak (Drone) untuk membantu proses penyiraman, hingga penyemprotan pestisida secara tepat.

Edison Tobing, Direktur TaniFund mengatakan bahwa langkah ini berdampak baik dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pertanian. “Dengan memberikan peralatan dan perlengkapan pertanian bagi petani, kami turut serta dalam penerapan sistem non-tunai. Petani tidak perlu lagi takut menyimpan uang pendanaan dan juga tidak perlu lagi mengeluarkan usaha lebih dalam mencari dan membeli berbagai kebutuhan untuk proses kultivasi mereka. Sehingga mereka bisa berfokus pada proses yang dapat meningkatkan kualitas produksi mereka,” ucap Edison.

Sejalan dengan Edison, Herry Theo, Direktur Malindo mengatakan bahwa kolaborasi ini akan berdampak baik bagi para petani. “Dengan kolaborasi ini dan adanya komitmen untuk terus memperbesar usaha bersama ke depannya, saya percaya Malindo dan TaniFund dapat turut serta dalam peningkatan kesejahteraan petani. Ini hanya langkah awal saja,” ungkap Herry Theo.

TaniFund dan Malindo sepakat bahwa apa yang dilakukan bersama ini akan bermuara terhadap peningkatan kualitas pertanian dan para petani Indonesia. Untuk mewujudkan misi tersebut, TaniFund juga menambahkan bahwa upaya ini tidak cukup hanya dengan pemberian peralatan dan perlengkapan pertanian, melainkan juga harus didukung dengan pemberian edukasi kepada para petani binaan dalam menggunakan peralatan pertanian tersebut secara efektif.

Dengan mengedukasi para petani secara berkala, efisiensi dan efektivitas akan lebih mudah tercapai. Contohnya, para petani tidak hanya akan mendapatkan pinjaman drone untuk penyiraman dan penyemprotan pestisida, tetapi juga akan mendapatkan pelatihan mengenai bagaimana cara mengoperasikannya secara tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *