Situs berita bisnis, UKM, entrepreneurship, inspirasi sukses, dan industri kreatif di Indonesia

Toshiba Tingkatkan Keahlian di Sektor Pembangkit Listrik Virtual

2 min read

Foto: istimewa

Read Time1 Minute, 38 Seconds

Topreneur.id — Semua hal tengah beralih ke era virtual, dan dunia virtual kini juga merambah ke sektor energi. Apakah yang disebut dengan pembangkit listrik virtual (virtual power plant/VPP)?

Sejumlah perusahaan di sektor pembangkit listrik yang menangani produksi, transmisi dan distribusi listrik terus menyesuaikan tingkat keluaran dalam melayani pemenuhan konsumsi di masa depan, serta menjaga keseimbangan dinamis antara penawaran dan permintaan. Jika upaya-upaya ini gagal, dan suplai listrik menjadi tidak stabil, maka pemadaman listrik akan terjadi.

Sebuah VPP mengusung beberapa teknologi pengelolaan energi yang mutakhir untuk menyebarkan sumber daya produksi energi. VPP menyatukan semuanya ke dalam satu jaringan —itulah yang disebut pembangkit listrik virtual—serta menerapkan IoT dan AI dalam menggabungkan keluaran dan mengendalikan koneksinya ke jaringan listrik.

Berjalan secara bersamaan dan dikelola oleh sebuah VPP, titik-titik produksi listrik yang berskala kecil dan terisolasi bisa dipakai dalam load-leveling, untuk menyerap suplai listrik yang berlebihan dari sumber energi terbarukan, serta mengirimkan suplai listrik ketika kekurangan pasokan terjadi. Digunakan untuk mencapai penyesuaian yang sempurna dan produksi listrik tanpa limbah, VPP juga akan berkontribusi terhadap salah satu dari empat isu yang paling mendapatkan sorotan, dekarbonisasi masyarakat.

Kemampuan VPP bahkan lebih luas lagi. Dipakai secara bersamaan dengan sejumlah sistem pengelolaan energi di lokasi-lokasi konsumer, VPP dapat membuat dan mendukung sejumlah layanan inovatif. Misalnya, listrik yang tidak terpakai akibat adanya insentif di sisi permintaan, dianggap memiliki nilai yang sama dengan listrik yang diproduksi, serta diukur sebagai ‘negawatt’.

VPP bisa memicu realisasi negawatt, dan mengelolanya. Di pasar yang kelak menggunakan VPP, teknologi itu kelak memungkinkan kita untuk membeli listrik yang dihasilkan dari seluruh sumber daya pasokan listrik, termasuk pembangkit listrik berbiaya rendah oleh konsumen.

Memasuki tahun 2020 dan perkembangan pasar energi baru, VPP akan berperan dalam mengelola serta memakai sumber daya listrik yang sangat terdistribusikan. Potensi dari beragam pembangkit listrik berskala kecil, tersebar luas di perkantoran, berbagai pabrik dan rumah, bahkan mobil listrik, sangatlah besar. Di dunia masa depan yang baru, VPP akan peran penting dalam mewujudkan decarbonized society.

0 0

About Post Author

Redaksi

Editor
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *